Sudahkan Kita Mendaur Ulang Sampah?

Dulu aku pernah bikin postingan tentang tempat daur ulang sampah yang ada di Medan, khususnya yang didirikan yayasan Tzu Chi di komplek Cemara Asri (klik sini). Sejak tau yayasan itu sudah membuka depo sampah di Medan, aku biasa menyumbangkan sampah anorganik (segala plastik bungkus bekas, kardus, koran bekas, botol bekas, dsb dikumpulkan dalam tong tersendiri di halaman belakang) ke depo sampah yang ada di komplek Cemara Asri, gak jauh dari gerbang masuk, belok kiri ada plang namanya kok. Berhubung lokasinya gak terlalu jauh dari kantor jadi seringnya ke depo itu ya di jam pulang kantor hari Jumat, di atas jam 12. Jadi itu sama saja artinya yang pergi ke sana hanya aku sendirian.
Continue reading

Tempat Daur Ulang Sampah di Medan

Berawal dari kesukaan gw dengan saluran tivi DAAI (baca: da-ai) TV (sepertinya saat ini cuma ada di Medan dan Jakarta ya) yang berorientasi cinta kasih, termasuklah cinta lingkungan, gw menjadi sangat terinspirasi untuk lebih peduli lingkungan. Sebenarnya gw jarang nonton tivi dan tidak terlalu suka tivi, tapi gw suka saluran ini. Salah satu iklan yang sering disiarkan oleh stasiun itu adalah iklan yang menggerakkan pemirsa untuk mendaur ulang sampah, dengan cara menyetorkan sampah anorganik ke depo-depo pelestarian lingkungan yang didirikan Yayasan Tzu Chi. Sewaktu menonton adegan orang yang sedang menyetorkan sampah anorganik itu, gw membatin, kapan yaaa tempat daur ulangnya dibuka di Medan?

Daur Ulang Tzu Chi

Foto diambil dari arah mau keluar depo

Naaah … begitu gw baca di koran lokal kalau Yayasan Tzu Chi sudah membuka depo pelestarian lingkungan di Medan, gw segera mencari tau di mana tempatnya. Eh, ternyata salah satunya terletak gak jauh dari kantor gw, tepatnya di Cemara Asri. Nomor telponnya 061-6638986. Dari gerbang satpam belok kiri, tampak plang namanya besar. Tempat daur ulang ini tutup jam 5. Tapi kalau hanya ingin menyetor sampah bisa dilakukan 24 jam 7 hari seminggu karena di bagian depan disediakan penampungan sampah yang bisa kita isi kapanpun.

Come In

Mobil langsung masuk ke dalam untuk diambil sampahnya

Sudah dua kali Jumat ini pulang kantor gw ke sana untuk menyumbang sampah anorganik yang sudah gw pisah-pisahkan di posting ini. Koran, plastik, kotak susu, dsb dikumpulkan dalam tong sampah besar tersendiri di halaman belakang jadi tetap kering dan tidak busuk. Lalu tiap minggu gw sumbangkan.

Siap berangkat!

Siap berangkat!

Pintu Masuk Daur Ulang

Kalau di atas jam 5, sampah taruh aja di sana

Bayangkan dalam seminggu dari rumah kami saja satu kotak sampah besar terkumpul. Kalau digabung dengan sampah organik kan jadi basah dan tidak bisa diolah ulang. Berapa banyak kalo setiap rumah seperti ini? Pasti bergunung-gunung sampah yang seharusnya bisa didaur ulang jadi mubazir.

Bunches of Garbages

Gunungan sampah siap didaur ulang

Ayo ayo ayo … Mari kita beramai-ramai menyetorkan sampah anorganik!

Garbages every where

Gunungan yang lain

Hmmm … tapi apakah hal kecil yang gw lakukan ini bisa menyelamatkan bumi? Ada kutipan yang pernah gw baca dan pas banget:

If you think you’re too small to make differences, try to sleep with a mosquito.