When I Miss My Younger Kiddos

Every time I see other kids younger than mine, I always try to visualize my kids at their younger age. Memories flash back. When they were born. When they went to school for the first time. When they walked for the first time and ran all over the places in the house. Every moment. I miss those moments. I want to see them back younger.

Continue reading

Advertisements

Pusing dengan Tingkah Laku Anak? Tidak Perlu!

Daripada kita berharap anak berubah dan bertingkah laku seperti yang kita inginkan, bagaimana kalau kita orang tuanya yang terlebih dahulu berubah?

Dengan mengubah sudut pandang kita sebagai orang tua, hidup akan terasa lebih mudah!

Skenario

Pola pikir: hidup sudah rumit, mengapa tidak dibuat tambah rumit sekalian?

Pola pikir: I decide to be happy!

Rifky asyik dengan mobil-mobilannya, tidak mau diajak mandi. Ia menguji kesabaranku! Lebih baik dihukum! Ia mungkin akan menjadi pembalap yang handal. Bagaimana kalau diajak mencuci mobil dulu di kamar mandi?
Rifky asyik bermain air, tidak mau berhenti mandi. Ia menguji kesabaranku! Lebih baik dihukum! Ia mungkin sedang mempelajari hukum Archimedes dan akan menjadi peneliti yang handal. Ayo dilanjutkan penelitiannya di luar kamar mandi dengan membaca buku kesukaannya.
Nadya sibuk di dapur mencoba membuat kue tanpa menggunakan resep. Dapur berantakan. Setelah jadi kuenya tidak dimakan karena kebanyakan tepung. Ia menguji kesabaranku! Lebih baik dihukum! Nadya berbakat menjadi master chef anak nih! ‘Kue’-nya yang tidak dimakan itu bisa untuk makanan umang-umang kan?
Nadya dan Rifky berantem, ribut dan tidak ada yang mau mengalah. Anak-anak memang pembuat keributan. Keduanya harus dihukum! Mereka sedang belajar mengatasi konflik. Jangan diintervensi. Siapa tahu bakal menjadi negosiator ulung. Pusing dengan keributan yang dibuat? Pejamkan mata dan bayangkan tidak ada keributan suara anak-anak sama sekali. Itukah yang kita inginkan?

Dedicated to: me (as reminder for myself) and … you-know-whom-when-you-read-this 🙂