Tips Mencari Jalan Tikus

Dulu gw pernah posting tentang mencari jalan tikus lewat cara coba-coba. Bisa klik di sini. Nah setelah misua gw menghadiahi gw iPhone sebagai kado ultah (ceritanya misua sudah bujuk gw untuk ganti gadget tapi gw tolak terus berhubung gw merasa gak ada yang salah dengan gadget yang gw pakai selama ini … iya, selain jadul dan kadang hang … *itu mah salah berat yak* jadinya misua mensiasatinya dengan ngasih sebagai kado ultah, ya gak bisa nolak dong, hihi kayak gak ikhlas gitu gw yak … eh tapi kok keterangan dalam tanda kurung ini jadi panjang yah) ternyata iPhone sangat membantu gw dalam mencari jalan tikus ketika terjebak macet. Bener!

Aplikasi yang gw pake itu Maps bawaan iPhone itu sendiri. Atau kalau rutenya gak ketemu biasanya karena saking kecilnya tuh jalan maka gw pake Google Maps, yang lebih rinci petanya tapi lebih lambat loadingnya. Ada satu lagi aplikasi namanya Google Earth yang bisa dipake, tapi loadingnya lebih lama lagi berhubung bisa 3 dimensi segala.

Sudah beberapa kali Maps terbukti manjur. Waktu itu lampu merah di perempatan di depan gw mati, sudah terbayang macetnya kan. Gw melihat ada jalan kecil di samping kanan. Langsung deh gw buka aplikasi Maps. Ternyata jalan kecil itu buntu. Nah, tapi ada jalan kecil lain yang letaknya sedikit di belakang gw yang tembus ke arah jalan yang dituju. Langsung deh gw balik arah dan mencoba jalan kecil itu. Beneran tembus dan gw terlepas dari kemacetan.

Jalan Tikus

Satu lagi mirip kejadiannya. Jadi waktu kami dalam perjalanan pergi ternyata rute sebaliknya macet. Jadi terang aja kami memutuskan untuk tidak lewat jalan itu lagi waktu pulang. Gila aja apa, udah tau macet kok masih dilewatin kan. Kalau bisa menghindar, why not? Buka Maps, pilih rute baru, dan kami pun bebas dari macet!

20131010-173053.jpg
Jalan tikus yang mulus dan sepi berasa jalan pribadi … siapa hendak turut?

Advertisements

Bosan dengan Kemacetan? Cari Jalan Tikus Yuk!

Jalan utama di kota Medan yang macet terutama di pusat kota saat jam-jam sibuk membuat kita sebaiknya mencari jalan alternatif supaya bisa sampai di tujuan dengan lebih cepat. Terlebih lagi pada saat bulan puasa kemarin di waktu sore menjelang buka puasa, muacetnya pooolll … !

Di saat-saat memiliki waktu yang cukup senggang, lebih baik dimanfaatkan untuk mengeksplorasi jalan-jalan alternatif di samping rute yang biasa ditempuh untuk mencari rute baru yang lebih lancar. Juga supaya bisa digunakan ketika suatu saat rute normal itu macet, tanpa harus tersesat atau mutar-mutar atau justru terjebak macet yang lebih parah. Kalau kita sudah tahu daerah yang akan dilewati itu macet, kenapa juga masih kita lewati, menambah-nambah volume kendaraan saja? Banyak jalan menuju Roma. Maka banyak juga jalan menuju Sunggal (rumah gw – red).

Tentu saja, yang namanya jalan tikus biasanya lebih kecil dibandingkan jalan biasa (kalo lebih besar namanya jalan gajah dong). Dan biasanya, karena memotong jalan besar, rutenya belok-belok, belok kanan – belok kiri. Bahkan ada juga jalan tikus yang sedikit memutar. Tapi keunggulannya adalah lancarrr … tidak banyak mobil yang lalu lalang. Bukankah di dunia ini tidak ada serba sempurna? Anda ingin jalan yang besar, tidak macet alias bebas hambatan sewaktu jam sibuk, dan tetap tidak bayar sewaktu melewatinya? Come on … you’ve gotta be kidding me! It’s like you want Brad Pitt, Steve Jobs and Sylvester Stallone in one body (well, for me one Brad Pitt in one body is enough, hahaha …*hush!*).
Hidup ini pilihan. Mau tetap lewat jalan besar tapi macet, atau mau lebih lancar tapi jalan lebih kecil? Mau prioritas mempersingkat waktu tempuh atau memperpendek jarak tempuh? Mau pasrah dan hanya bisa mengeluh tak berkesudahan lalu mengomentari pemerintah tidak berjuang apa-apa kemudian menjadikannya status Facebook atau kita sendiri berjuang mencari solusi?

Continue reading