Earth Hour: Tips Menghemat Energi

Postingan yang rada telat? Mungkin ya, karena judulnya ada menyebutkan Earth Hour, tanggal 31 Maret, sudah hampir seminggu yang lalu. Mungkin juga tidak, karena judulnya menyebutkan tips menghemat energi, hal yang seharusnya kita lakukan terus menerus, bukan hanya saat Earth Hour.

Jadi kali ini, gw sebenernya mo membahas tips menghemat energi itu, dengan mengambil momen Earth Hour. Bagaimana dengan pembaca sendiri, apakah mematikan peralatan listrik waktu Earth Hour? Kami sendiri terus terang hanya mematikan lampu kamar saja. Tapi peralatan lain seperti AC tetap hidup. Panas bo’ kalo gak pake AC, ntar malah gak bisa tidur hehehe …

Menurut gw sih, kan Earth Hour itu hanya gerakan simbolik, yang lebih penting adalah bagaimana kita menerapkan gerakan itu dalam kehidupan sehari-hari. Jangan salah loh, umat Hindu sudah lebih dahulu menerapkan ‘gerakan’ semacam ini, bukan hanya earth hour tapi sudah earth day! Iya, ingat waktu hari raya Nyepi kan. Di hari itu, umat Hindu tidak menyalakan listrik seharian penuh.

Jadi, setelah Earth Hour atau ‘Earth Day’, apa yang bisa kita lakukan untuk menghemat energi setiap hari? Ini nih tips yang sudah gw terapkan sehari-hari, yakin deh pasti di antara pembaca juga sudah ada yang menerapkannya juga.

1. Ya, sudah pasti tips nomor satu adalah matikan peralatan listrik yang tidak digunakan.

2. Menyambung poin no. 1: tapi jangan salah ya khusus untuk AC, memati-hidupkannya kadang justru tidak menghemat energi. Jika akan pergi keluar rumah tapi dalam waktu sebentar, sebaiknya AC tidak dimatikan. Tapi distel saja suhunya ke yang paling besar. Hal ini karena sewaktu AC baru dihidupkan dan suhu ruangan masih panas, energi untuk mendinginkan ruangan lebih besar dibandingkan AC tetap hidup untuk mempertahankan suhu dingin.

3. Pintu lemari es jangan sering dibuka tutup karena suhunya menjadi naik sehingga konsumsi listrik lebih besar.

4. Jika mencuci dengan mesin cuci, semua pakaian dikumpulkan dulu memenuhi kapasitas mesin cuci (tapi jangan melebihi ya, ntar rusak mesinnya) baru dicuci berbarengan sekaligus.

5. Jika punya kebiasaan nonton tivi sebelum tidur, manfaatkan fitur timer tivi supaya kalo ketiduran maka situasi tidak menjadi terbalik, tivinya yang jadi nonton kita tidur dan menghabiskan listrik percuma.

6. Peralatan elektronik yang jarang dipakai dicabut saja dari colokan listrik. Misalnya kalo DVD player jarang dipake, ya dicabut saja. Walaupun posisinya stand by kalo dicolok, tetap saja mengkonsumsi listrik kan?

7. Gunakan lampu hemat energi. Keknya semua orang sudah tahu ini yah, jangan pake lampu pijar lagi kalo gak perlu-perlu amat.

8. Kalo ingin memanaskan makanan, manfaatkan rice cooker. Tanaklah nasi sekaligus memanaskan makanan.

9. Saat mau tidur matikan semua lampu rumah yang tidak diperlukan. Kalo di rumah gw yang hidup hanya lampu teras dan lampu tidur kamar. Semua lampu lain beristirahat.

10. Pada saat fajar/subuh sebenarnya cuaca cukup dingin jadi AC gak perlu-perlu amat hidup. Manfaatkan timer AC sehingga AC otomatis mati ketika fajar. Kalo di rumah gw timernya diset pukul 4.30. Walaupun sudah mati jam segitu, sampe pukul 5.30 masih terasa dingin kok!

11.  Untuk pekerja yang tidak perlu stand-by 24 jam, kalo sudah mau tidur matikan saja HP-nya. Jadi kan hemat batere. Berarti otomatis hemat listrik untuk charge.

12. Kalo lagi charge benda elektronik, entah itu HP, lampu emergency, raket nyamuk, batere re-chargable, dan lain sebagainya segera cabut dari listrik ketika sudah penuh.

13. Jangan biarkan lemari es kosong. Tapi juga jangan penuh sekali sih. Karena jika ada makanan disimpan di dalamnya maka makanan tersebut juga ikut mempertahankan suhu dingin. Terutama bagian freezer, jika sedang kosong bekukan beberapa batu es di dalamnya.

Itu saja dulu. Selamat menghemat energi!

Earth Hour, Medan-Indonesia

voteearth_en

Posting yang mungkin sedikit basi karena Earth Hour kan udah lama, seminggu yang lalu yak, 28 Maret 2009. Kok gw baru posting sekarang? Mengapa oh mengapa? Itu semua karena gw mau ngebahas dampaknya.

Waktu lagi heboh Earth Hour, gw ikut berpartisipasi mematikan lampu selama satu jam, 20.30-21.30 (belakangan karena ketiduran, lampu baru gw hidupkan jam 10, berarti lampu mati satu setengah jam).

Alesannya kalo gak ikut kan berarti mendukung pemanasan global, berarti gak mendukung bumi, berarti gak boleh tinggal di bumi dong. Hlah, terus gw tinggal di mana dong, apa harus ke bulan?

Nggak ding, bukan itu alesannya. Sebenernya gw penasaran besoknya pengen tau berapa MW sih penghematan yang diperoleh karena gerakan Earth Hour? Ternyata kabarnya sampe 180 MW. Nah karena gw ikut, gw kan bisa bilang ke cucu gw … wahai cucunda, omahmu ini ada andilnya dalam penghematan 180 MW itu!

Nggak ding, bukan itu kok alesannya. Lah dari tadi bukan itu terus, jadi yang mana dong yang benar alesannya? Yang mana, yang mana? >>