Arti Sebuah Kata Maaf

Tadinya aku pikir kata “maaf” hanya mempunyai satu arti yaitu sebuah penyesalan bahwa kita telah melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan bagi orang lain. Sehingga otomatis permintaan maaf yang tulus seharusnya diiringi dengan perbuatan, yaitu tidak mengulangi apa yang kita minta maafkan. Ternyata aku salah!

Continue reading

Advertisements

Ini Akibat Mengemudi Saat Ngantuk

Kejadiannya sebenarnya sudah cukup lama, sebulan yang lalu. Di pagi hari yang suram, waktu mobilku sedang menunggu arus kendaraan dari arah berlawanan distop satpam kantor supaya aku bisa belok kanan masuk ke halaman kantor, tiba-tiba ada yang nabrak dari belakang! Gedubrak!

Mimpi apa yah semalam, mobil segede gaban dalam posisi berhenti pulak kok ditabrak sama mobil di belakang? Apa dia kira sedang main boom-boom-car? Aku melirik kaca spion tengah. Seorang bapak. Sebuah Avanza. Hey, ndilalaah gak disangka-sangka … sepertinya aku kenal. Siapakah dia?

Continue reading

Mari Berolahraga Di Mana Saja Kapan Saja

20131213-213352.jpg

Sering dengar radio? Pernah gak mendengaaar … bukan, bukan lagu kesayanganmu *edisi Gombloh*, tapi iklan Pocari Sweat yang ceritanya berolahraga di dalam mobil? Iklan yang menarik itu memperdengarkan seorang laki-laki yang mengajak pendengar di dalam mobil untuk berolahraga ringan di dalam mobil ketika terjebak macet. Mas announcer itu juga menginstruksikan gerakannya secara rinci seperti miringkan kepala ke kiri lalu ke kanan, atau genggam tangan lalu lepas (tangan sendiri ya bukan tangan orang lain apalagi suami/istri orang lain) … pokoknya macem-macem deh gerakannya.

Mudah-mudahan iklan itu berhasil membuat semua pendengarnya terinsipirasi untuk lebih semangat berolahraga ya karena memang sudah terbukti berhasil mengubah mindsetku bahwa berolahraga itu bisa di mana saja dan kapan saja kok.

Selama ini sih sebenarnya sudah cukup lama juga mikirin kapan yaaa sempat berolahraga karena pergi pagi mengantar anak ke sekolah dulu, terus ke kantor. Habis jam kerja terus pulang menjemput anak ke sekolah lagi. Akhir pekan maunya leyeh-leyeh di kamar, main atau jalan-jalan keluar sama anak-anak. Dilemanya adalah, jatah waktu untuk anak yang terpakai di hari kerja, masa’ mau dipakai juga di akhir pekan? Nah terus, jadi kapan dong olahraganya? Memang kadang anak-anak ngajakin berenang di club house tapi itu pun kayaknya belum maksimal. Apalagi akhir-akhir ini sudah mulai jarang. Gerakan sholat memang dianggap olahraga juga tapi butuh gerakan tambahan nih. Gerakan bersih-bersih rumah juga dianggap olahraga, tapi tetep aja rasanya kok ‘mengkorupsi’ jatah waktu anak-anak.

Sementara itu, tubuh sudah mulai protes dengan mengeluarkan sinyal mudah pusing atau mudah pegal. Yah faktor ‘U’ memang gak bisa dibohongin! Wajah boleh imut 18-an tapi bodi ringsek 40-an 😀

Semenjak mendengar iklan itu aku jadi sadar, kenapa juga yah selama ini capek-capek mikirin ke mana harus cari tempat gym, atau kapan waktu yang pas untuk olahraga? Sampe pernah ngayal seandainya saja olahraga di waktu tidur pas mimpi itu bisa menyehatkan tubuh juga, aku pasti jadi yang pertama daftar ke klubnya tuh.

Ternyata olahraga itu bisa di mana saja kapan saja. Tidak perlu tempat khusus atau waktu khusus. Tidak perlu juga ‘korupsi’ waktu anak-anak. Asal niat aja. Contohnya di kantor ketika sedang di toilet selepas urusan wajib (bukan urusan dengan yang berwajib ya) aku terusin dengan urusan olahraga ini. Gak perlu lama-lama. Yang penting rutin. Sekitar 10 menit aja cukup. Kalo lagi ngantuk, bisa lebih lama 5 menit lagi olahraganya, hihihi. Soalnya plus plus … plus nguap-nguap. Lagian kalo terlalu lama di toilet, yang ngantri di luar akan mengira kita sedang membuat kue bika ambon di dalam.

Olahraga di kantor juga gak perlu gerakan yang lincah-lincah. Aku lebih sering melakukan gerakan peregangan. Karena kalo terlalu lincah, yang ada tetangga sebelah toilet ntar terheran-heran, buang hajat segimana besar tuh sampe bunyi gedebak gedebuk?

Untungnya waktu zaman sekolah sampe kuliah dulu aku rajin ikut klub senam aerobik. Jadi macam-macam gerakan senam lumayanlaah hapal. Mulai dari senam lantai, senam ngepel lantai sampai chicken dance. Cieh sombong.

Bukan cuma badan, matapun diolahragakan. Aku ngelihatin obyek menara antena di atap berjarak sekitar 20 m yang kelihatan dari jendela toilet. Kan katanya mata itu lebih relaks kalo melihat obyek jauh. Maunya sih obyeknya Brad Pitt, tapi terlalu jauh yak. Bayangin, 12.000 km!

Hasil olahraga ringan di kantor? Ketika kembali ke meja kerja tubuh terasa lebih segar. Mata gak ngantuk lagi.

Atau ketika sedang di mobil, aku usahain gerak-gerakin badan yang bisa digerakin. Yang penting, gerak! Tapi jangan pilih gerakan push up ya karena gerakan itu hanya bisa dilakukan di atas kap mobil.

Di rumah, dulu paling males kalo pas lagi di atas terus ada yang harus diambil di bawah, atau sebaliknya. Sempet pengen punya robot yang bisa dikomando dengan tereak. “Robooot … ambilin gelaaas!”. Sekarang? Semangat banget loh. Bisa bolak-balik naik turun berapa kali kayak roller-coaster. Sampe heran sendiri deh.

Eh tapi jangan salah ya, walaupun bisa di mana saja dan kapan saja, jangan terapkan hal ini waktu rapat dengan bos. Apalagi pas bos nanya “apakah kamu yang korupsi uang perusahaan 2 M?” dan kamu sedang berolahraga nunduk-nundukin kepala.

Jadi, sudah berolahragakah hari ini? Kalo belum, hayuk sekarang, nunggu apa lagi? Mulai dari kepala yaa … Geleng kiri, kanan, kiri, kanan. Loh kok nolak diajak olahraga? Lah itu napa geleng-geleng? 🙂

Cara Membuat Email Melaporkan Masalah Performansi

Di kantor gw, akhir tahun 2009 kemaren ada beberapa kebun yang melaporkan masalah di sistem, khususnya mengenai performansinya. Mereka rata-rata komplain mengenai salah satu proses di sistem yang memakan waktu yang sangat lama, bisa sampai 7 jam, dan juga proses pindah hari, sampe 9 jam untuk kebun terbesar kami. Padahal mereka dikejar tenggat waktu pengumpulan laporan ke Head Office.

Saat itu Bos gw sedang cuti. Sesuai instruksi beliau, jika ada yang penting bisa segera hubungi beliau (sayangnya bukan hubungi hotline MacD yaahh …). Maka gw kirimlah sms dan gak lupa mengkonfirmasi apakah gw bisa segera kirim email ke vendor software kami di Cochin, India untuk mempertanyakan hal tersebut. Gak berapa lama, bos membalas sms gw,

‘ok.please send the issues to Cochin. But please do substantiate with some evidence.otherwise, they will not be able to simulate the issues. Try to provide as much as possible the chronological events leading to the issues’

Gw tercenung, terpekur dan hampir mendengkur membaca balasan beliau. Kok, kita harus menjelaskan lagi ke mereka stepnya? Disertai bukti-bukti alias screen shot pula? Padahal itu proses yang sangat biasa. Hanya perlu menjelaskan, proses itu makan waktu lama. Titik. Hmmm … mungkin bos masih dalam mood liburan akhir tahun. Jadi gak nyambung.

Tapi setelah gw renung-renungkan lagi, mungkin yang dimaksud bos adalah email seperti di bawah ini:

Dear Sir.

Our estates encountered performance issue again. This time it hits checkroll average calculation in Payroll module. It took 4 to 7 hours to complete.

Please follow these steps to simulate the issue:

1.         Prepare your favorite magazines (around 10 to 20 magazines) and a tank of coffee. Or you may prepare your bus ticket to Brastagi (hill station, 1.5 hours from Medan).

2.         Run this transaction: Payroll>Process>Checkroll Average Calculation.

3.         Click OK.

4.         Sit down relaxly and read your magazines until you feel sleepy and fall to sleep in front of the computer. Attached please find the screen shot (shown by model):

5.         Or, if you have prepared your bus ticket then you can go to Brastagi first, go to fruit garden and enjoy your trip. Attached please find the screen shot (shown by model):

6.         After around 7 hours, go back to Medan (if earlier you decided to go to Brastagi), then check the processing result. If it’s still not completed, you might want to go back to Brastagi? Or you may continue reading your favorite magazines or go to the nearest mall. If it’s already completed, thanks to God that you don’t have to wait furthermore. Please don’t forget to return the magazines to the owner. And also, send me the sweet oranges from Brastagi (yummy!).

Please revert back if there are any queries. Thanks you very much for your kind cooperation.

Best Regards,

-Maya

Note: ini adalah salah satu artikel lama di blog gw di Friendster yang diperbagus dan dire-post *buntu ide mode=on* 🙂

Antara Stress, Flu, Panu dan HIV

Stress itu seperti flu. Ketika kau bersin, orang di sekitarmu mulai ikut-ikutan bersin walaupun mereka sedang tak ingin.
Stress itu seperti panu. Ketika tanganmu yang berpanu menyenggol tangan orang lain, dia akan mulai merasa gatal-gatal tak tahan untuk tidak menggaruk-garuk dengan keras.
Stress itu seperti HIV. Ketika kau mentransfusi darah HIV-mu ke orang lain, orang itu akan ikut merasa tak berdaya, kehilangan daya tahannya.
Jadi kalau kau sedang stress, jangan dekat-dekat orang lain yah. Menular, tauk!

Semua yang Kulakukan Salah

Aku mengambil inisiatif, kau bilang aku sok pintar …

Aku lupa, kau bilang aku kurang mengambil inisiatif …

Aku berguyon, kau bilang itu sarkasme …

Aku serius, kau bilang aku kehilangan rasa humor …

Aku menangis karena ucapanmu, kau bilang seharusnya aku lebih kuat …

Aku menahan tangis, kau bilang seharusnya aku lebih terbuka …

Aku tak setuju, kau bilang aku tidak di pihakmu …

Aku setuju secara implisit, kau samakan itu sebagai tanda tak setuju dan kau bilang kau muak!

Arrrgggghhh … aku juga muaaakk!!!

It’s all because of … then?

Seringnya diskusi kecil-kecil di kantor dengan bos gw yang ruangannya agak jauh dengan ruangan gw dilakukan via email atau chat. Kalau diperlukan baru face-to-face atau pake telpon internal. Terus, komunikasi lebih sering pake bahasa Inggris karena Bos bukan WNI. Nah gw mau membahas mengenai perbedaan bahasa dan kebudayaan yang kadang-kadang menimbulkan gesekan-gesekan kecil yang tidak diinginkan.
Kayak tadi. Gw mengirim email ke Bos yang isinya lebih kurang memberi saran kepada beliau mengenai pekerjaan. Gw baca berulang-ulang tuh email sebelum klik Send untuk memastikan tidak ada kata-kata yang bisa menyinggung perasaannya berhubung email itu bersifat saran ato koreksi.
Email has been sent. Waiting for his responds.
Gak berapa lama email balasan masuk. Gw balas lagi (isinya gak udah dibahas di sini yee). Setelah beberapa korespondensi, yang tidak gw harapkan terjadi. Bos memanggil gw ke ruangannya. Biasanya kalo udah begini berarti ada salah pengertian.
Yahhh … pasrah deh … mana tisu gw, mana?
Selidik punya selidik … ternyata Bos mengira gw marah kepada beliau di email gw itu. Dan tebak, semua gara-gara apa? Gara-gara … >>