Celotehan Soal (maaf) Kentut

Lebaran Idul Adha kemarin, kami yang dirantau ini mendapatkan kunjungan istimewa dari Oma dan Mbah Uti. Oma itu mamaku, sementara Mbah Uti itu adik mama. Beliau-beliau menginap di rumah kami selama beberapa hari. 

Tentu saja Rifky dan Nadya anak-anakku seneng banget dan merasa kangen berat setelah beliau meninggalkan Medan. Nah saking kangennya, ada celotehan Rifky yang bikin aku ngakak.

Lagi duduk di sofa ruang tivi, Rifky kentut. Setelah tercium baunya yang bisa bikin cicak mati #halahlebay#, alih-alih menutup hidung tiba-tiba Rifky malah menarik nafas panjang menghirup dalam-dalam aromanya kentutnya sendiri dengan penuh kenikmatan, lalu berkata dengan ekspresi muka mewek …

“(Huaaaaa) … Kayak bau kentut omaaa …”

Hahaha … saking kangennya, bau kentut oma pun dirindukan 😅😅😅


Menunggu itu (tidak) Membosankan

Mumpung lagi cuti, hari ini bisa memenuhi permintaan Rifky mengantarnya ke sekolah buat latihan pentas besok. Disisipin pesan tambahan: aku harus menunggui latihan sampai selesai. Yang itu berarti aku harus menunggu di sekolah sekitar 2,5 jam. Gak boleh minggat. Yes my boy, I’m all yours baby. 

Kata orang menunggu itu membosankan. Tapi kalau ditemani buku, frestea klasik, kitkat chunky (forget about my cholesterol for a while) dan sinar matahari (go away you osteopenia) then happiness is in the air.

  

  

Hi, 14

Hi 14, 

You’ve grown up so fast. Before we know it, it’s already your 14th birthday.

  
Hi 14,

Time flies. But to me you’re still my new-born baby.

  
Hi 14,

Every day I love you.

  
Love you more …

  
And more …

  
And more …

 

Wishing you a very best birthday ever, 14!

Komik Karya Rifky

Rifky suka sekali menggambar. Ide menggambarnya saat ini selalu berpusar pada kendaraan, entah itu mobil, pesawat atau sepeda motor. Digabung juga dengan bangunan seperti gedung tinggi, mesjid. Bahkan pernah juga menggambar gedung KPK. 

Karena senang membaca komik edisi “Why”, belakangan ini hobi menggambarnya dituangkan dalam bentuk komik. 

This is one of them …



Cegahlah Korupsi Sedini Mungkin

Ibu mana yang tidak berbangga hati ketika anaknya berhasil menerapkan prinsip hidup yang sangat berharga di zaman begitu banyak koruptor berseliweran ini, yaitu anti korupsi?

Kemarin pagi, di mobil aku menanyakan Nadya soal tugas sekolahnya.
“Nad, mana flash disk tugas sekolahnya? Katanya semalam mau minta tolong Mama cetakkan di kantor?”
Kami sebenarnya punya satu printer di rumah tapi sedang dalam perbaikan di vendor dan baru selesai Sabtu nanti. Sementara tugasnya kumpul hari ini jadi gak bisa menunggu sampai Sabtu. Aku sebenarnya gak mau cetak di kantor karena memang kan seharusnya tidak etis menggunakannya untuk keperluan non dinas. Biasanya aku memang memegang prinsip itu. Justru aku yang sering mengajarkan Nadya untuk tidak menyalahgunakan fasilitas kantor untuk keperluan pribadi. Tapi entahlah kemarin pagi itu lagi gak kepikiran soal etis-gak-etisnya *tonjok-pipi-sendiri*

Untunglah malaikat kecilku mengingatkan, begini jawabannya …
“Gak jadi Ma. Gak usahlah. Kalo Mama cetakkan di kantor kan berarti Mama korupsi. Nanti sore kita mampir ke tempat fotokopian dekat rumah aja, kan di situ bisa cetak juga.”

Wow! I’m so proud of you, my angel!

IMG_7732

Gambar dari: http://serumenyala.blogspot.com/

PS: walaupun ternyata ketika kami ke tempat fotokopian itu abis pulang sekolah eh mbaknya lagi gak ada, jadi udah deket rumah tepaksa balik lagi ke arah Setiabudi buat cari tempat nyetak tugas sekolahnya yang 1 lembar itu. Well … you know it’s not that easy to be anti-corruption kind of people 🙂