Celotehan Soal (maaf) Kentut

Lebaran Idul Adha kemarin, kami yang dirantau ini mendapatkan kunjungan istimewa dari Oma dan Mbah Uti. Oma itu mamaku, sementara Mbah Uti itu adik mama. Beliau-beliau menginap di rumah kami selama beberapa hari. 

Tentu saja Rifky dan Nadya anak-anakku seneng banget dan merasa kangen berat setelah beliau meninggalkan Medan. Nah saking kangennya, ada celotehan Rifky yang bikin aku ngakak.

Lagi duduk di sofa ruang tivi, Rifky kentut. Setelah tercium baunya yang bisa bikin cicak mati #halahlebay#, alih-alih menutup hidung tiba-tiba Rifky malah menarik nafas panjang menghirup dalam-dalam aromanya kentutnya sendiri dengan penuh kenikmatan, lalu berkata dengan ekspresi muka mewek …

“(Huaaaaa) … Kayak bau kentut omaaa …”

Hahaha … saking kangennya, bau kentut oma pun dirindukan 😅😅😅


Happy Birthday My Man

Dear husband,

Did you know that …

Suami yang baik itu … yang bisa menjaga kehormatan keluarga, istri dan anak-anaknya (ciyus mode).

Suami yang baik itu … yang setiap hari keep in touch dengan istri dan anaknya walau sedang dinas keluar kota.

Suami yang baik itu … yang bisa menjadi ayah yang tegas ke anak-anak ketika sang ibu mulai lembek akibat gak tegaan.

Suami yang baik itu … yang mau benerin rak handuk waktu dudukannya goyang (tukang kalee).

Suami yang baik itu … yang anaknya menangis karena rindu ketika dia keluar kota untuk waktu yang lama.

Suami yang baik itu … yang tau di mana mendapatkan susu kedelai segar begitu tau anaknya alergi susu sapi.

Suami yang baik itu … yang ingat ultah istrinya dan belikan kado (hihihi, cetek kali aku).

Suami yang baik itu … yang mijit istrinya kalo lagi pegel-pegel, tanpa diminta (emangnya tukang pijat).

Suami yang baik itu … yang traktir istrinya waktu dia ulang tahun (huaa … istri murahan 🙂 ) .

And you know what …

Semua itu ada padamu, suamiku. Hal-hal sederhana yang mungkin sepele bagi orang lain tapi bisa membuat kami bahagia.

Happy birthday, Eyi!

20131205-133009.jpg

Yay … ditraktir makan siang di rumah makan padang (udah gak zamannya candle light dinner. Yang penting perut kenyang hati senang, tralala trilili)

Ke Mana Kita Liburan?

Tak bisa dipungkiri, kita semua butuh liburan untuk menghilangkan kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Liburan ibarat charger yang mengisi ulang semangat kita. Dengan liburan, semua rasa bosan hilang, berganti dengan semangat baru. Lantas pertanyaan yang menghampiri adalah ke mana sebaiknya kita pergi berlibur?

Di awal-awal kami mengajak anak-anak liburan panjang, yang terjadi setiap akhir tahun ajaran baru, tujuan wisata yang menjadi sasaran adalah luar negeri terdekat. Bukan apa-apa sih, bukan sok kaya ataupun sok pamer, selain atas nama mengenalkan anak-anak dengan negara orang, kami berangkat ke luar negeri justru karena kalau berangkat dari Medan ongkosnya lebih murah daripada tujuan wisata dalam negeri, ke Bali misalnya. Diuntungkan dengan letak geografis yang dekat, kami liburan ke Singapore dan Malaysia. Ke Singapore dengan anak-anak dua kali, saking sukanya dengan negara kecil tapi tajir itu.

Tapi setelah diamat-amati, kekayaan alam negeri orang sebenarnya tidak jauh lebih indah dari Indonesia. Jadi mengapa kita harus menyumbang devisa untuk negara lain? Pantai, contohnya. Pantai Sanur jauh lebih indah daripada Pantai di Penang. Akhirnya atas nama cinta Indonesia , di beberapa tahun terakhir kami memusatkan tujuan wisata di dalam negeri karena negeri Indonesia ini sesungguhnya kaya dengan alam yang indah.

Dimulai dari Bali, Bandung, Jakarta, dan terakhir ini kota-kota di Sumatera Barat. Tentu saja daerah Sumatera Utara dan kota Medan tempat kami tinggal dan Palembang daerah asal orang tua sudah lebih dahulu dijelajahi berkali-kali. Biasanya kami bepergian bersama keluarga inti saja, gw + papah + Nadya + Rifky. Plus Irma asisten rumah gw, karena gw butuh bantuannya untuk bergantian menjaga Rifky. Namun liburan kali ini ada yang berbeda. Berhubung ada acara pernikahan sepupu gw Evan, maka sekeluarga besar berangkat bersama-sama ke tempat tinggal tante gw, di Sawahlunto. Mama, tante, kakak, ipar, sepupu, keponakan … total 16 orang. Selesainya acara pernikahan yang indah itu, kami semua jalan-jalan bersama mengelilingi kota-kota di Sumatera Barat. Mengunjungi tambang batu bara di Ombilin, danau Singkarak, Istana Pagaruyung di Batusangkar, Ngarai Sihanok dan Gua Jepang di Bukittinggi, Minang Fantasy dan sate Mak Syukur di Padang Panjang, dan Pantai Air Manis di Padang, tempat Malin Kundang membatu. Mata terpuaskan dan batin terbahagiakan.

Bagi gw dan keluarga inti gw ini yang merantau, merupakan satu kemewahan yang tidak bisa terbeli untuk bisa pergi beramai-ramai dengan keluarga besar. We had so much fun! I love them so much …

Beramai-ramai menuju tambang batubara

Di depan tambang batubara

Istana Pagaruyung yang indah

Naek kereta di Minang Fantasy