Now I Know Where It Comes From

If you don’t know what I mean, I’m talking about my cholesterol. 

Jadi ceritanya berawal dari pemeriksaan kesehatan gratis di kantor (iya aku penggemar gratisan; mulai dari sabun colek gratis hadiah Sunlight sampai ke tukar Telkomsel poin dengan voucher belanja online … you name it!). Sudah lama sih ceritanya tapi baru sekarang mood buat nulis. 

Di kantor yang diperiksa adalah kulit, gula darah dan lemak darah. Diklaim hasilnya bisa dilihat saat itu juga. Awalnya aku gak percaya gimana bisa sih meriksa lemak darah tapi hasilnya bisa langsung diperoleh di waktu yang sama. Setahuku kan harus dicek di lab segala. Ternyata prosedur pemeriksaannya secara visual. Petugasnya punya semacam buku primbon yang menampilkan jenis lemak darah beserta gambarnya. Tenang, tidak ada gambar mirip Brad Pitt di sana. Nah darah kita diambil terus dilihat di bawah mikroskop kemudian dicocokkan hasilnya dengan gambar di dalam buku. Contohnya di aku, gambar kolesterol itu warna ungu bulat-bulat dan ketika dilihat di darahku udah banyak si ungu bulat-bulat itu tersebar di sampel darahku (bukan, bukan gambar Pasha ungu). Wah mbak petugasnya langsung wanti-wanti kalau aku harus segera periksa ke lab untuk memastikan berapa kandungan kolesterol dalam darahku sesungguhnya karena sudah dikhawatirkan sangat tinggi. Kalau sebarannya tidak banyak, berarti kolesterolnya rendah. 

Singkat cerita, akhirnya aku periksa darah di lab Paramita di jl. Diponegoro Medan. Pelayanannya bagus di sana. Seperti sudah diduga memang hasilnya tinggi. Pake banget. Batas tinggi itu 200, sementara kolesterolku 255. Kaget juga sih. Pake banget juga lagi. Berat badanku bukan yang gemuk-gemuk banget, tapi kok kolesterolan yah? Dari manakah dikau berasal wahai kolesterol?

Dokter di Pramita menyarankan buat memperbaiki gaya hidup dulu yaitu pola makan dan olahraga. Dokter gak mau langsung ngasih obat penurun kolesterol. Bagus nih dokter. Naaah kalo ini memang bener, aku jarang olahraga. Paling-paling jalan pagi di hari Minggu pagi. Iya, kalo jalannya di Minggu siang namanya bukan jalan pagi, tapi jalan-jalan di mall. Terus gimana dengan pola makan? Perasaan sudah kategori sehat, hampir setiap hari makan sayur dan buah. Tapi rupanya gak cukup. Ternyata banyak makanan yang selama ini kami makan mengandung kolesterol yang tinggi. Cumi, udang, keju, es krim. 

Selama ini aku gak ngeh. Sampai suatu hari saat lagi me-time, duduk sendiri menikmati es krim di sofa sehabis beres-beres isi lemari, aku baru menyadari … gak heran sih kolesterolku tinggi. 

This is where my cholesterol comes from …

   
   

2 thoughts on “Now I Know Where It Comes From

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s