Menunggu itu (tidak) Membosankan

Mumpung lagi cuti, hari ini bisa memenuhi permintaan Rifky mengantarnya ke sekolah buat latihan pentas besok. Disisipin pesan tambahan: aku harus menunggui latihan sampai selesai. Yang itu berarti aku harus menunggu di sekolah sekitar 2,5 jam. Gak boleh minggat. Yes my boy, I’m all yours baby. 

Kata orang menunggu itu membosankan. Tapi kalau ditemani buku, frestea klasik, kitkat chunky (forget about my cholesterol for a while) dan sinar matahari (go away you osteopenia) then happiness is in the air.

  

  

3 thoughts on “Menunggu itu (tidak) Membosankan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s