Saat Aku Nyaris Dirampok

Selama ini sudah sering kan baca-baca di media mengenai perampokan yang diawali dengan pengempesan ban mobil? Gak disangka-sangka akhirnya aku harus nyaris mengalaminya sendiri. Kejahatan itu memang begitu dekat, saudara-saudara. Waspadalah! (Sudah kayak presenter belum?)

Kejadiannya Jumat seminggu lalu, pulang kantor jam 1 siang. Jalanan memang relatif sepi. Orang-orang masih banyak yang sholat Jumat. Sebelum pulang, aku mampir dulu ke laundry Quick & Clean yang terletak di jalan Makmur untuk mengantar dan mengambil cucian bed cover kami.

Rute yang biasanya kuambil untuk ke sana biasanya lewat Yos Sudarso. Tapi karena sedang ada galian saluran limbah dan macet-cet-cet aku memutuskan untuk lewat Karya Cilincing. Sewaktu mobil berhenti di lampu merah Karya aku gak merasakan hal-hal yang aneh. Sampailah aku di depan laundry. Mobil kupinggirkan dulu sebentar di depan rumah makan di samping kiri laundry berhubung saat itu di depan laundry ada Innova yang akan keluar. Jadi aku berniat parkir di sana setelah Innova keluar. Sampai di sini aku masih gak merasakan hal-hal yang janggal.

Innova keluar. Mobil kuparkir mundur sampai depan laundry. Tempat parkirnya sedikit menanjak dan kucoba gas terus tapi seolah-olah mobil gak kuat nanjak. Sedikit merasa aneh. Kok loyo? Bukannya ini mobil 2000 cc, bung? Aku turun. Melihat sebentar ke bawah ban depan. Oh memang ada sedikit ganjalan di depan, pikirku.

Mengambil tas. Berjalan ke bagasi belakang. Mengambil bed cover Nadya. Mengunci pintu mobil. Masuk ke dalam laundry yang jendelanya kaca bening itu. Semua masih biasa-biasa aja.

Tiba-tiba temannya mbak penjaga laundry yang ada di sana bilang, “Bu, bannya kempes”, sambil menunjuk ke ban kiri belakang mobilku yang di luar. Karena parkirnya mundur jadi posisi ban belakang pas depan pintu laundry. Aku kaget. Loooh kok kempes. Kempesnya yang kempes abis pulak, sampe velg-nya hampir nyentuh lantai. Tadi kan di kantor nggak? Trus baru ngeh, oh, pantesan mundur nanjak jadi gak kuat yak?

Ban kempes (diambil dari republika.co.id; karena galau aku gak kepikiran buat foto-foto ban mobilku sendiri, tapi kira-kira ginilah kondisinya):

20140407-132419.jpg

Tiba-tiba ada seorang Bapak masuk laundry dengan nafas terengah-engah seperti menahan emosi. Setelah bisa mengatur nafasnya beliau berkata “Bu, tadi itu Ibuk hampir dirampok!” Aku mendadak lemas …

Begini cerita versi si Bapak yang rupanya pemilik rumah makan di samping laundry dan sedang duduk-duduk di rumah makannya sambil memperhatikan suasana sekitar. Rupanya sewaktu aku meminggirkan mobil menunggu Innova tadi itu, ada dua motor yang ikut berhenti dan menunggu aku keluar. Salah satu motor sudah sempat terlanjur jalan di depan mobilku, tapi melihat aku berhenti motor itu balik arah kembali. Saat itu ternyata ban mobil sudah mulai kempes tapi belum terlalu. Belakangan aku juga dikasih tau kalo kempesnya makin bertambah ketika aku parkir mundur nanjak itu.

Salah satu penumpang turun dan hendak mendekati mobil! Si Bapak sudah merasakan gelagat gak baik. Beliau memegangi kursinya dan cerita beliau “Saya sudah siap-siap melempar kursi ke perampok itu kalau dia macam-macam!”

Karena merasa diawasi oleh Bapak si perampok pun mengurungkan niatnya mendekati mobil. Mereka pun pergi. Aku menghela nafas lega. Menghaturkan terima kasih berulang-ulang ke Bapak. Memanjatkan syukur dalam hati. Ya Allah … terima kasih Engkau masih melindungiku. Mereka pasti gak menduga aku berniat ke tempat laundry sehingga sudah berhenti di tempat yang tidak begitu sepi sebelum ban benar-benar kempes. Ketipu!

Kami pun lalu keluar bersama-sama untuk melihat kondisi ban. Eh gak berapa lama sang Bapak, yang masih mengenali si perampok, melihat mereka lewat lagi. Bapak pun menereaki mereka kencang-kencang “Hoooiii … mau merampok kao ya!”. Si perampok pergi begitu saja.

Aku cukup takjub sebenarnya, kenapa Bapak terlihat sangat emosi. Lebih emosi dari aku si calon korban. Cerita punya cerita dengan mbak laundry sewaktu menunggu bala bantuan, rupanya beliau pernah dua kali mengalami kehilangan motor anaknya. Pantesaaan …

Aku akhirnya menelpon Pak Adi yang biasa bantu cuci mobil di kantor. Alhamdulillah beliau bisa datang dan membantu ganti ban cadangan. Tadinya mau coba ganti ban sendiri sih, tapi belum makan siang hihihi … Setelah itu aku ke tempat tambal ban tubeless di dekat rumah, di Ring Road. Benar saja, begitu memeriksa ban yang kempes itu, abangnya langsung nanya “Kakak tadi lewat mana? Ini kena paku ninja nih” sambil celingak celinguk ke belakang mobil seperti mengawasi apakah ada yang membuntutiku.

Begini nih yang namanya paku ninja, serem kan?

20140407-132249.jpg

Jadi kata si abang, cara kerjanya paku ninja itu ditembakkan. Buktinya kan yang kena cuma ban kiri belakang dan cuma satu pakunya. Kalo diserak kayak ranjau kan yang kena depan dulu dan bisa lebih dari satu paku. Kalo aku ingat-ingat lagi kemungkinan ditembak waktu berhenti di lampu merah Karya.

Hhhhh … sereem … ada-ada aja yah kejadian. Jadi hikmah yang bisa diambil adalah …

1. Jangan lengah waktu mobil berhenti, terutama di lampu merah. Perhatikan motor sekitar. Lebih-lebih kalo motornya mepet dan pengemudi pake jaket dan helm lengkap.

2. Jangan lengah waktu turun dari mobil, lihat-lihat dulu sekitar ada yang mencurigakan gak.

Suasana jalan Makmur di Jumat siang. Sepi yah …:

20140407-132013.jpg

3. Hati-hati terutama untuk pengemudi wanita dan sendirian dan imut-imut di jalanan yang sepi di Medan, hindari rute jalan Karya Cilincing – Makmur.

20140407-132132.jpg

4. Begitu masuk mobil langsung kunci pintu. Walaupun ada fitur mobil yang otomatis ngunci sendiri setelah kecepatan di atas 20 km/jam lebih baik langsung kunci secara manual.

Mudah-mudahan kita semua dilindungi-Nya dan para perampok diberikan hidayah-Nya. Aamiiin … ;

6 thoughts on “Saat Aku Nyaris Dirampok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s