Memanfaatkan Teknologi Untuk Kemudahan Hidup

Konsekuensi menjadi ibu bekerja adalah, tentu-saja-siapapun-tahu-itu, berkurangnya waktu untuk anak. Tantangan ibu bekerja banyak, salah satunya bagaimana mensiasati supaya waktu yang kita miliki benar-benar termanfaatkan dengan baik? Bagaimana supaya semua urusan beres tanpa harus menyita jatah waktu untuk anak?

Hal ini sangat kusadari sejak pertama kali memutuskan untuk terus bekerja setelah memiliki anak. Idealnya, solusi yang ingin dicapai adalah selain dapat menghemat waktu dan membuat hidup semakin mudah, tentunya harus semakin murah. Kalau semakin mudah dan semakin mahal kan gampang. Kita tinggal membayar orang lain untuk melakukan urusan-urusan yang berpotensi menyita waktu kita. Selesai. Nah, kalau semakin mudah dan semakin murah ada gak yaaa?

Ada kok. Caranya adalah sebisa mungkin memanfaatkan teknologi. Ini nih daftar apa saja kemudahan teknologi yang sudah aku manfaatkan untuk menghemat waktu, tenaga dan uang.

1. Internet banking: kemudahan melakukan transaksi perbankan melalui internet banking benar-benar bikin ketagihan. Semua bisa dilakukan di sini. Mulai dari sekedar cek saldo atau cek mutasi, sampai membayar tagihan listrik, membayar tagihan kartu kredit, mengisi pulsa, membayar tagihan telepon pasca bayar, transfer uang, dsb. Banyak lagi deh kalo mau disebutin satu per satu.

Token untuk bisa transaksi internet banking:
20140220-181745.jpg

Tiap bank bervariasi fiturnya. Bahkan di internet banking Mandiri kita bisa membuka rekening deposito secara online. Jadi gak harus repot-repot untuk pergi ke bank ataupun loket pembayaran hanya untuk urusan remeh temeh ini.

Macam-macam rupa-rupa transaksi internet banking Bank Permata:

20140220-212104.jpg

Tapi sayangnya di Medan masih ada satu instansi yaitu PDAM Tirta Nadi yang masih belum menyediakan layanan pembayaran online. Jadi khusus untuk satu ini terpaksa ikut arus deh, arus manual. Setahuku PDAM Palembang, Jambi, Lampung malah sudah bisa online. Masa’ kalah sih Medan?

20140220-181824.jpg

Update 07-03-14: aku tau alasannya setelah membaca berita direktur PAM Medan dipenjara karena korupsi pembayaran rekening air yang ditagih door-to-door oleh Koperasi PAM

2. Transaksi online: Kalau urusan yang ingin kita kerjakan ada fasilitas online-nya, manfaatkanlah. Contohnya daftar paspor online (klik sini), lapor SPT online (ntar akan dibuat postingannya yaa), belanja baju/sepatu/dll online (klik my sister’s online shop). Bahkan investasi pun juga sudah bisa online seperti top up reksadana online Panin, belanja emas online Antam (klik sini). Cari tau informasi banyak-banyak mengenai fasilitas online. Yakinlah kalau lewat online itu buanyaaak waktu yang dihemat. Sudah kubuktikan sendiri kok. They’re just one click away!

3. Kartu kredit/debit: transaksi menggunakan kartu kredit/debit bisa menghemat waktu karena kita gak perlu cari-cari ATM untuk mengambil uang tunai. Sekarang beli bensin aja sudah bisa pake kartu (selama ini pake debit Mandiri), jadi kenapa gak? Selain bisa menghemat waktu biasanya menggunakan kartu kredit/debit ada keuntungan sampingan. Contohnya kalo belanja di Maju Bersama menggunakan debit BNI saat ini dapat gratis Rinso 800 ml. Lumayan banget kan (halah dasar emak-emak doyan gratisan). Atau kalau mengisi bensin pake debit Mandiri kita dapat fiesta poin yang kalau dikumpulin bisa ditukar dengan pulsa. Lumayan juga kan buat ngisi pulsa Nadya.

Ada lagi nih satu solusi menghemat waktu tapi cukup ‘relatif mahal’. But it’s worth it. Yaitu … hehehe … smartphone.

Dengan smartphone urusan online lebih lancar. Cek email, booking tiket, organizer, reminder, cek yang mau dicek. The world’s in your hand. Nulis blog ini aja gak perlu menyediakan waktu khusus karena dengan smartphone hal ini bisa dilakukan saat sedang menunggu anak di sekolah atau sambil guling-guling setelah anak-anak tidur.

Eh, tapi sebenarnya kalo dipikir-pikir lagi, dari segi waktu posisi ibu bekerja akan kurang lebih sama saja dengan ibu rumah tangga setelah anak-anak menginjak usia sekolah, apalagi kalau sekolahnya adalah full day school. Contohnya ya kami ini. Pagi aku mengantar anak-anak ke sekolah terus ke kantor. Pulang kantor terus jemput anak-anak ke sekolah lagi. Jadi sama aja kan, bekerja atau tidak bekerja aku gak bertemu anak-anak dari pukul 7 s.d 4.30. Di hari Sabtu pun kadang Nadya ada kegiatan sekolah jadinya gak ketemu juga. Apalagi nanti kalau mereka sudah kuliah.

Tapi begitupun aku tetep salut sama ibu-ibu yang mengambil keputusan menjadi ibu rumah tangga. Aku sudah pernah mencoba selama kurang lebih 1.5 + 1 tahun dan terus terang aja gak sanggup kalau harus sering berada di rumah 24/7 … I just can’t.

Okeee … kembali ke laptop.
Gimana dengan teknologi tadi … asyik kan? Siapa bilang urusan keluarga, kantor dan me-time gak bisa sejalan. Hayuks, mari manfaatkan teknologi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s