Sudahkan Kita Mendaur Ulang Sampah?

Dulu aku pernah bikin postingan tentang tempat daur ulang sampah yang ada di Medan, khususnya yang didirikan yayasan Tzu Chi di komplek Cemara Asri (klik sini). Sejak tau yayasan itu sudah membuka depo sampah di Medan, aku biasa menyumbangkan sampah anorganik (segala plastik bungkus bekas, kardus, koran bekas, botol bekas, dsb dikumpulkan dalam tong tersendiri di halaman belakang) ke depo sampah yang ada di komplek Cemara Asri, gak jauh dari gerbang masuk, belok kiri ada plang namanya kok. Berhubung lokasinya gak terlalu jauh dari kantor jadi seringnya ke depo itu ya di jam pulang kantor hari Jumat, di atas jam 12. Jadi itu sama saja artinya yang pergi ke sana hanya aku sendirian.

Ada juga sih pernah beberapa kali bareng anak-anak tapi sangat jarang. Soalnya kalo berangkatnya dari rumah, waktu tempuhnya sangat lama karena jaraknya dari rumah lumayan jauh, yaaa … sekitar 16 km. Jadi kan sama saja dengan pemborosan. Maksud hati cinta bumi dengan mendaur ulang sampah tapi kalo perjalanan menuju ke sana memboroskan bensin dan waktu ya sama juga bo’ong dooong ….

Padahal aku kepengen banget mengajak anak-anak dan membiasakan mereka cinta lingkungan dan mendaur ulang sampah. Bisa saja sih sampah-sampah anorganik itu aku sumbangkan ke tempat botot (penampung barang bekas) yang ada di sekitar rumah. Tapi pengelolaannya menurutku masih kurang pas. Ada yang karung-karungnya sampai bertumpuk di pinggir jalan. Ada yang hanya menerima jenis sampah tertentu saja. Jadi aku sejauh ini hanya sreg dengan deponya Tzu Chi.

Akhirnya aku mencari-cari info lagi depo sampah alternatif selain yang di Cemara Asri. Di web site-nya (klik http://www.tzuchi.or.id), rupanya ada lagi depo sampah di Titi Kuning dan Mandala. Aku telepon yang di Titi Kuning (di nomor 75115522) dan menanyakan kisi-kisi lokasinya. Rupanya secara lokasi, yang di Titi Kuning justru lebih dekat dengan rumah kami di Sunggal.

Simpang AH Nasution-Brigjen Katamso-Titi Kuning, yang ditandai lingkaran biru lokasinya:

Lokasi Depo Sampah Titi Kuning.jpg

Langsung deh di hari libur Maulid bulan lalu di sore hari aku ngajakin anak-anak ngangkutin tabungan sampah anorganik kami yang udah sebanyak 5 kotak kardus ke Titi Kuning (udah lumayan lama gak nyumbang jadi simpanan emasnya lumayan). Perjalanan ke sana sekitar 20 menit kalo di hari libur.

Papan Nama petunjuk masuk gang, di seberang Kantor Lurah Titi Kuning:

Papan Nama Depo Titi Kuning.jpg

Tapi di lain kesempatan ketika kami ke sana hari Sabtu sore, berhubung sedang ada pembangunan fly over Jamin Ginting-Ring Road kalo di hari biasa waktu tempuhnya jadi cukup lama sekitar 45 menit gara-gara kena macet di sana. Jadi sebaiknya ke sana di hari libur saja.

Tampak Depan Depo TIti Kuning.jpg

Kalo gak terlalu jauh gini, bisa sering-sering deh ngajakin anak-anak ke Titi Kuning. Cihuy! Mari-mari … ada yang mau nitip sampah anorganik buat disumbangkan gak?

Sampah Anorganik.jpg

Ingat, ingat … hidup ini bukan hanya untuk sekarang. Masih ada anak kita, cucu kita, cicit kita, cicit dari cicit kita yang masih akan menempati bumi ini. Kalau bukan kita bakal nenek moyangnya yang peduli, lantas siapa lagi?

9 thoughts on “Sudahkan Kita Mendaur Ulang Sampah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s