Tips dan Trik Mengurus Paspor Sendiri

Kalo kemaren posting soal cara-cara mengurus paspor online (klik sini), kali ini urusannya tentang tips-tips seputar pengurusan paspor.

Ini nih tipsnya:

1. Mengurus paspor akan lebih cepat jika melalui pendaftaran online. Tapi sayangnya akses ke web site imigrasi.go.id buat daftar online lumayan lemot. Mungkin karena banyaknya orang yang akses. Dilihat dari statistik web sekitar 45 ribu hits per hari. Wow, sama seperti blog ini. Tapi per 5 tahun🙂

Waktu pertama kali buat permohonan penggantian paspor online, aku akses di hari libur di rumah pake wifi itu cukup lambat, dari awal proses sampai selesai memakan waktu lebih dari 30 menit. Itu pun di akhir proses gagal karena bukti permohonan yang harus dicetak gak keluar, entah kenapa. Mungkin terklik tombol OK di layar terakhir. Padahal seharusnya klik Bukti Permohonan dulu. Hati-hati ya jangan terklik tombol OK sebelum cetak/simpan form karena layar kembali ke Home ketika klik OK dan tanpa bukti permohonan itu kita harus mengulang dari awal.

Aku coba lagi akses jam 7.25 pagi di hari kerja masih cukup lambat. Harus beberapa kali refresh jika gagal loading (kalo dapet error “Page cannot be displayed” di-refresh aja, nanti sistemnya tetap ngelanjutin kok). Tapi Alhamdulillah kali itu selesai juga dan bukti permohonan bisa dicetak. Sayangnya waktu akses kedua kalinya (yang kedua buat permohonan paspor untuk asisten rumahku) jam 9-an sudah sangat-sangat lambat. Dicoba terus eh gagal terus meski sudah di-refresh berulang kali. Aku menyerah, setelah 3 jam mencoba (sambil multitasking juga).

Esok harinya di hari Sabtu jam 7.25 pagi dicoba lagi dan lebih cepat dibanding Jumat. Jadi sebisa mungkin aksesnya jangan di hari/jam kerja dan usahakan pake jaringan internet yang kenceng.

2. Di Medan, Kanim (Kantor Imigrasi) yang ada loket online hanya yang di Gatot Subroto. Kalau dari arah Binjai lokasinya sejajar dengan Tapian Daya (sisi kiri jalan), sebelum Tapian Daya, gak jauh dari simpang lampu merah Gatsu-Ring Road. Jadi persiapkan jarak dan waktu untuk ke sana.

3. Pastikan untuk membayar biaya paspor di BNI sebelum datang ke Kanim.

4. Penggantian paspor harus dilakukan 6 bulan sebelum paspor expired. Terakhir itu aku berangkat pake paspor yang 4 bulan lagi akan expired. Wuih sempet deg-degan di airport karena petugas imigrasi berkomentar kalo dari sisi peraturan internasional seharusnya aku gak boleh masuk ke negara mereka. Untungnya si Ibu baik hati (atau wajahku yang terlalu memelas) dan minta ditunjukin tiket pulang sebagai jaminan aku gak akan overstay. Si Ibu juga wanti-wanti supaya aku segera mengganti paspor dengan yang baru. Akhirnya aku dibolehin masuk. Nangis darah deh kalo gak boleh!

5. Jangan lupa bawa pena hitam untuk mengisi formulir di Kanim karena tidak disediakan pena di sana.

6. Pakai baju/jilbab warna gelap karena latar belakang foto adalah putih. Pakai kemeja yang rapi.

7. Fotokopi KTP dan dokumen lainnya jangan dipotong. Biarkan dalam ukuran A4.

8. Sewaktu daftar online usahakan tanggal kedatangan yang dipilih tidak terlalu dekat, jika tidak sedang buru-buru. Misalnya pilih 3-4 hari ke depan, jangan hari besoknya langsung. Hal ini untuk antisipasi supaya cukup waktu untuk ke bank BNI untuk bayar. Dan juga antisipasi error link antar sistem bank dan imigrasi. Daripada bolak balik mending jaga-jaga kan.

9. Berhubung masih tetap harus isi form manual, untuk menghemat waktu sebelum dipanggil mintalah form ke petugas yang membagi form dan isilah. Jangan lupa bilang kalo kita daftar online karena jumlah form dibatasi untuk yang daftar manual. Waktu aku cuma bilang ‘minta form’ petugasnya bilang sudah habis. Tapi waktu aku bilang lagi kalau buat yang daftar online, eh trus dikasih.

10. Kalau diperkirakan bakal gak terlalu banyak bepergian, mending daftar untuk paspor 24 halaman saja. Gak habis juga halamannya kan. Selisih biayanya cukup lumayan, yang 24 halaman total Rp105.000 sementara yang 48 halaman Rp255.000. Banyak yang salah duga kalau yang 24 halaman itu khusus untuk TKI. Padahal gak selalu. Buktinya aku ngurus paspor 24 halaman untuk asistenku lancar-lancar aja gak ada pertanyaan yang aneh-aneh soal TKI di Imigrasi, dan paspornya sudah selesai sekarang. Sempet juga sih deg-degan takut salah karena waktu lagi di Kantor Imigrasi terbaca pengumuman soal biaya paspor bunyinya begini “Paspor 24 halaman khusus untuk TKI pertama kali Rp50.000”. Tapi setelah mengalaminya sendiri, sepertinya pengumuman itu harusnya didampingi pengumuman lanjutan “tapi kalau bukan TKI biayanya Rp105.000”.

Dulu juga pernah waktu ditugaskan oleh kantor untuk berangkat ke India, paspor pengganti yang diurus oleh kantor untukku 24 halaman dan nyatanya gak ada halangan apa-apa waktu berangkat dan pulang.
Tapi hati-hati juga jika niatnya akan naik haji/umroh karena pernah baca iklan biro haji mereka mensyaratkan paspornya harus yang 48 halaman.

11. Penggantian paspor bisa dilakukan di Kanim mana saja, gak harus Kanim yang sama dengan paspor yang lama, walaupun sekota. Paspor lamaku diterbitkan oleh Kantor Imigrasi Polonia di jalan Mangkubumi. Sementara pengganti dibuat di Kanim Kelas I Khusus Medan di jalan Gatot Subroto.

12. Usahakan jangan mengurus paspor di awal bulan karena antriannya lebih panjang. Usahakan datang pagi-pagi supaya antrian belum terlalu banyak. The early bird catches the worm, doesn’t it?

Nah, kalo yang ini room for improvement buat proses paspor ini:

1. Akan lebih baik kalau proses pembayaran imigrasi di BNI bisa pake internet banking. Jadi serba online enak kan.

2. Karena sudah isi form online seharusnya gak perlu lagi isi formulir sewaktu di Kanim. Jika memang dibutuhkan informasi yang ada di form online kan bisa lihat di layar komputer.

3. Atau jika memang harus tercetak (go green dong) sebaiknya ada menu cetak form sewaktu daftar online jadi bisa kita siapkan dari rumah form yang sudah terisi dan tercetak itu.

Gimana, cukup jelas kan?

6 thoughts on “Tips dan Trik Mengurus Paspor Sendiri

  1. minggu lalu udah bayar yg utk 24 halaman. and guess what? they say that the 24 hal only for TKI. wtf! aku udah byr 105rb sblmnya krn dftr online. fakkkk lah kanim I khusus medan -,- tepaksa ngeluarin uang lg utk byr online yg 48 hal.
    ada yg prnh senasip?

    • Walaaah kok bisa beda gitu yah? Waktu aku ngurus yang 24 hal lancar2 aja? Apa gak semua pekerja di Kanim itu tau ya kalo 24 itu bukan hanya untuk TKI?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s