Benarkah Mengurus Paspor Online Tanpa Calo Lebih Cepat?

Hare gene ngurus paspor masih pake calo? Helloooowww?

Jangan berani deh koar-koar ngasih komentar soal korupsinya Nazaruddin, Anas, Angie dan lain-lainnya kalo mengurus dokumen-dokumen semacam paspor aja masih pake calo. Tau sendiri kan calo itu menyerobot hak orang laen. Bayangkan orang yang sedang tertib antri tiba-tiba harus menunggu lebih lama gara-gara seorang calo masuk dan memberikan tumpukan map sehingga petugas melayani tumpukan map yang baru itu dulu baru melayani yang antri dengan tertib. Menyerobot hak orang lain itu sama saja dengan korupsi.

Terlebih lagi saat ini mengurus paspor bisa secara online (menu visa online juga ada loh). Tinggal akses web sitenya, daftarkan pra permohonan paspor, bayar ke bank BNI lalu datang ke Kantor Imigrasi buat foto dan wawancara. Selesai, tinggal ngambil kalo sudah jadi. Segampang itu kan? Jadi gak ada alasan sibuk, gak sempat atau gak niat. It’s about time management, not about no time. Mari dukung Indonesia bersih tanpa calo!

Mau tau caranya?

Kebetulan baru-baru ini aku melakukan penggantian paspor lama. Begini nih caranya …
1. Buat pra permohonan secara online di imigrasi.go.id. Dokumen yang perlu disiapkan adalah scanned copy dari KTP, Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran/Ijazah/Surat Nikah. Pastikan sudah hitam putih (tidak berwarna) dan berukuran lebih besar dari 100 kB. Jangan terlalu besar kalo gak mau lelet waktu upload. Di dalam web site imigrasi ini, cari pilihan ‘Paspor Online’. Lalu ikuti saja petunjuk di dalam layar tersebut. Tips dan trick-nya akan dibuat di posting berikutnya yaa …

2. Setelah selesai, kita akan mendapatkan tanda terima pra permohonan sebanyak dua lembar. Lembar pertama untuk kita/bank. Lembar kedua untuk imigrasi. Cetak dokumen tersebut.

3. Bayar biaya paspor ke cabang BNI terdekat dengan membawa form tadi. Kita akan menerima bukti pembayaran dari BNI.

4. Datang ke Kanim (Kantor Imigrasi) yang dipilih sewaktu mendaftar online di tanggal yang juga dipilih sewaktu daftar. Dokumen yang perlu dibawa adalah ketiga dokumen asli yang di atas tadi plus masing-masing 1 lembar fotokopinya. Untuk yang ganti paspor bawa juga paspor lama asli dan fotokopi. Semua fotokopi dalam A4, jangan dipotong.
Loket online terpisah dari loket biasa dan antriannya jauuuuuh lebih sedikit. Kalo di Medan di Kanim Gatot Subroto di loket 4 posisi agak di tengah. Berdasarkan pengalamanku, sebenarnya gak perlu datang pagi-pagi sekali jika sudah daftar online (aku ke sana jam 7.15 buat antisipasi antrian panjang) karena kita gak perlu ambil nomor antrian dan begitu loketnya dibuka kita tinggal menumpukkan map kita di depan loket. Mapku paling bawah (berarti nomor 1, yey!) dan map-map setelahku hanya berjumlah sekitar 3 map saja. Sementara antrian biasa sudah berjumlah puluhan. Jadi aku berasa lagi di jalan tol deh … kuencaaang …

20140210-032619.jpg

Suasana Kanim sekitar pukul 7.30 pagi, sudah rame

5. Jam 8.23 namaku baru dipanggil (padahal sesuai jam loket harusnya jam 8 sudah mulai ya). Si abang petugas memberiku map putih buat diisi nama, alamat dan nomor handphone di bagian muka. Aku disuruh minta form ke petugas di dekat pintu masuk dan mengisinya. Heran, kan sudah isi form online tapi kok masih harus isi form manual lagi? Aku komplain ke petugas, jawabnya mengiyakan, “Iya Bu, harusnya sistemnya diperbaiki”.

20140210-032642.jpg

Loket Online terletak di loket 4

6. Setelah isi form, petugas mengembalikan form bukti pembayaran yang sudah dicap dan memintaku memberikannya ke loket Kasir yang ada di sebelahnya lagi.

20140210-032712.jpg

Loket Kasir Kanim

7. Sekitar 30 menit menunggu namaku dipanggil, petugas Kasir memberiku nomor antrian untuk foto dan wawancara di ruangan yang ada di sebelahnya.

20140210-032733.jpg

Nomor Antrian Foto dan Wawancara

8. Antrian foto dan wawancara cukup cepat. Sekitar 30 menit saja yah nunggunya, udah dipanggil masuk. Pertanyaannya seputar rencana mau pergi ke mana dan untuk keperluan apa. Lalu kita difoto dan scan sidik jari.

Tepat jam 10 selesai sudah. Aku cuma perlu izin 2.5 jam dari kantor (plus setengah jam perjalanan ke kantor). Gak perlu cuti seharian deh. Melirik ke antrian manual, jam segitu baru sampe nomor 25. Hadeeeh lamanya. Belum lagi kalo daftar manual itu kita harus datang dua kali karena foto dan wawancara baru dilakukan di kedatangan yang kedua.

Empat hari kerja sesudahnya ada sms dari imigrasi yang menginformasikan paspor sudah selesai. Untuk ngambil paspor aku gak perlu izin apalagi cuti. Sepulangnya dari jam kantor hari Jumat yang cepat, setelah makan siang sekitar jam 2, aku ke sana (jika hendak diwakilkan pengambilan paspor harus disertai surat kuasa). Tanda bukti pengurusan paspor kuserahkan ke loket pengambilan paspor. Menunggu sekitar 30 menit namaku dipanggil. Tanda tangan di paspor dan mengisi buku pengambilan paspor.

Jadi deh paspornya!

20140210-032542.jpg

4 thoughts on “Benarkah Mengurus Paspor Online Tanpa Calo Lebih Cepat?

  1. Pingback: Tips dan Trik Mengurus Paspor Sendiri | The Chronicle of Wiek

  2. Pingback: Memanfaatkan Teknologi Untuk Kemudahan Hidup | The Chronicle of Wiek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s