Sakit Hatinya Diputusin

Beberapa malam yang lalu, aku sedang menasehati Rifky,

Mama: Rifky jangan begitu yaa, nggak bagus seperti itu.
Rifky: Mama marah? Ya kan? Mama marah kan?
Mama: Nggak laaah … kalo Mama marah kan nadanya seperti ini … (aku mengulang kalimat di atas dengan nada dasar dinaikkan dua oktaf)
Ehhh … nggak disangka-sangka responnya malah …
Rifky: Mamaaa … kita PUTUUUUUUSSS!
(ya, dengan huruf besar dan banyak huruf U)

Nah begini ini nih, edisi anak-anak masih liburan di rumah tapi mamanya udah gak liburan lagi jadi nonton tipi gak ada yang ngontrol. Hadeeeeh …🙂

Jangan putusin mama ya naaak

Jangan putusin mama ya naaak

2 thoughts on “Sakit Hatinya Diputusin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s