Memperpanjang SIM itu Mudah

Mobil SIM Keliling

Siapa bilang memperpanjang SIM sendiri alias tanpa calo itu merepotkan? Dari pengalaman terakhir gw mengurus SIM itu mudah sekali. Khususnya di Medan, yang sudah ada pelayanan SIM keliling yang mangkal di Guru Patimpus.

Jadi ceritanya, gara-gara keganjenan switch mode di hape, sekretaris pribadi gw yang sudah diset jauh-jauh hari untuk mengingatkan gw memperpanjang SIM jadi tidak terbaca. Sampai sehari sebelum ulang tahun, ketika melewati Guru Patimpus gw baru menyadari kalo gw belum memperpanjang SIM. Otomatis hari kerja berikutnya, mau gak mau gw harus minta izin dari kantor, karena SIM gw sudah bakal expired.

Jam 10 gw sudah sampai di sana. Menunggu hanya sebentar, lalu diberi formulir yang harus diisi. Biaya formulirnya Rp. 5.000. Mengisi formulirnya mudah, sudah ada contoh pengisian yang benar. Mengisi sebentar, lalu disuruh ‘tes kesehatan’. Gw kasih tanda kutip karena ‘tes kesehatan’-nya cuma ngukur tensi, ditanya golongan darah dan terakhir, ditanya buta warna atau nggak. Untung nggak ditanya buta total nggak?🙂 Di sini biayanya Rp. 20.000.

Setelah ‘tes kesehatan’, gw diberikan nomor antri 45 dan diinformasikan gak perlu menunggu, tapi boleh pulang dulu dan kembali lagi ke sana pukul 2.

Hmmm … sounds like it’s high time to corrupt my office hours and go shopping? Nooo … gw memutuskan kembali ke kantor, menyelesaikan pekerjaan yang sudah menunggu.

Pukul 2, gw izin kembali ke sana. Nomor antrian gw berikan ke petugasnya. Sekitar 40 menit menunggu di bawah tenda yang panas, diiringi lagu-lagu Peter Pan dari speaker mobil yang agak pecah, akhirnya gw dipanggil masuk ke dalam mobil besar yang sudah menanti. Ahh … mobilnya ber-AC, sejuk. Diinterview oleh Bapak polisi di dalam sana, dengan pertanyaan standar seperti alamat, tanggal lahir, pekerjaan. Untungnya Bapak polisinya ganteng, jadi pertanyaan yang gak ada hubungannya dengan SIM pun gw jawab, seperti anak berapa, suami kerja di mana, lulusan dari mana …. euleuh, udah kayak interview kerja aja!

Setelah tanya-tanya lalu berfoto terus scan sidik jari, cap jempol dan tanda tangan. Biayanya Rp. 100.000 untuk pengurusan SIM dan Rp. 15.000 untuk … apa yah, mungkin untuk tanya jawabnya🙂 Hanya menunggu sekitar 5 menit, terus jadi deh SIM-nya!

Gampang kan? Dan relatif tidak semahal kalo menggunakan calo. Total biayanya: 5.000 + 20.000 + 100.000 + 15.000 = Rp. 140.000.

Tips mengurus SIM:

1. Datanglah pagi-pagi sekali (sekitar jam 8) sehingga kemungkinan untuk langsung dipanggil besar supaya tidak perlu datang dua kali. Kalo jaraknya jauh kan repot juga bolak-balik dua kali. Sekitar jam 12 pendaftaran ditutup karena biasanya sudah penuh. Kalo pelayanan buka sampe jam 4-an.

2. Siapkan uang kecil pecahan 5.000 supaya tidak perlu menunggu kembalian. Waktu beli formulir itu uang gw sebenarnya 10.000 dan petugas bilang tidak ada kembalian. Tapi sampe selesai urusan gw pun uang kembaliannya tidak diberikan ke gw. Entah lupa, entah tidak ingat?

3. Pakailah baju yang berwarna menarik karena akan langsung berfoto. Ingat, foto itu akan menempel di SIM kita selama lima tahun. Kita gak mau memandang foto dengan baju jelek selama itu kan?🙂

4. Bawa kertas atau kipas karena menunggu di bawah tenda itu panas, cynnnnn.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s