Di Sini Di Kamar Ini (Anakku Pergi)

Di sini ...

Di sini di kamar ini … dulu engkau pilih nuansa merah jambu, untuk menemani hari-harimu. Berpola bola-bola berpadu garis-garis. Indah.

Di sini di kamar ini … dulu engkau juga yang menata sendiri kamarmu, patung baletmu, dan piala-piala itu. Juga tak ketinggalan buku-buku kesayanganmu.

Di sini di kamar ini … biasanya ramai dengan celotehanmu. Kadang ramai dengan manjamu. Sering ramai dengan perdebatan kita. Pernah juga diisi dengan menangis kita bersama.

Di sini di kamar ini … di saat ini, kosong … sepi.

Engkau pergi … meninggalkan kami. Dua tas itu membawa pakaian-pakaianmu. Impian itu membawa ragamu.

Pulanglah cepat, Nak. Ibu menunggumu … Teedee, Nunu, Nitnit dan teman khayal boneka lainnya ituh juga. Gimana kabar Feefee yang kamu bawa serta? Dia baik-baik saja kan di sana menjagamu? Jangan lupa pakaian kotor jangan sampai basah, nanti jamuran hitam-hitam. Kalo jadi jamur payung sih mending bisa dimasak buat cap cai. Periksa rambut jangan bawa pulang kutu. Sebelum pulang diperiksa lagi checklist-nya jangan ada yang ketinggalan. Terutama sisir oranye itu. Kalo sampe ketinggalan kita bakal saling menjajah sisir lagi. Ohya, itu Dilan tetangga kita kemaren sudah nanyain kamu kapan pulang. Kamu nggak bawa mobil-mobilan dia camping kan?

Dedicated to Nadya.

(Catatan lebay seorang Ibu galau yang ditinggal anak perempuannya nature camp di Sibolangit 5 hari)

4 thoughts on “Di Sini Di Kamar Ini (Anakku Pergi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s