God Works in His Mysterious Way

Ketika awan kelabu menghampiri, biasanya Engkau kirimkan aku angin. Menghalaunya jauh-jauh ke tepian horison. Mungkin aku akan mengeluh karena anginnya memporakporandakan jilbabku. Aku mengeluh, akibat ketidaktahuanku ternyata di atas awan kelabu telah menghilang.

Saat hujan deras menerpa, Kau kembalikan matahari untukku. Menerangi ruang hati hingga mendung pun enggan bertengger. Kadang aku memaki panas mentari itu terlalu membakar. Sampai aku tersadar air hujan sudah tak turun lagi membasahi tanah, rumput, pasir dan dedaunan.

Yes, dear God, You used to give me a way out for each problem. Somehow. Someway. Sooner. Later. God works in His mysterious way, that is.

Lantas mengapa untuk kali ini, hingga jarum pendek memeluk angka 12 tengah malam aku masih merasakan galau? Rayap-rayap tak diundang masih menggerogoti daun pintu hati? Mana angin itu? Mana matahari itu? Aku tidak akan mengeluh Tuhan … Aku juga janji tidak akan memaki ….

Damn … I guess God is not working this time. He’s taking long holidays …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s