Lubang Resapan Biopori di Rumahku

Masih terkait dengan postingan gw sebelumnya, akhirnya lubang resapan biopori dambaan gw sejak lama terwujud juga. Sementara ini gw bikin tiga, eh … dua dulu (awalnya tiga, tapi berhubung lubang ketiga ada airnya akhirnya lubang ketiga itu ditutup kembali atas permintaan misua). Ntar rencananya mau ditambah lagi, nanti yang lebih kecil saja diameternya supaya tidak mengganggu pemandangan.
Eh, tapi ngomong-ngomong apa sih lubang resapan biopori (LRB) itu?

Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 cm dan kedalaman 100 cm. Lubang diisi dengan sampah organik untuk memicu terbentuknya biopori. Biopori itu sendiri adalah pori-pori berbentuk lubang yang dibuat oleh aktivitas fauna tanah atau akar tanaman.

Manfaat lubang serapan biopori adalah untuk: 1) meningkatkan daya serapan air, 2) mengubah sampah organik menjadi kompos, 3) memanfaatkan fauna tanah atau akar tanaman. Untuk lengkapnya bisa dibaca di www[dot]biopori[dot]com.

Kalo dari sisi gw sih, kompleks perumahan kami sebenarnya tidak banjir. Tapi jalan depan kompleks (Jl. Sunggal) seringkali terendam air kalo hujan. Jadi, tujuan gw membuat lubang serapan biopori lebih kepada pencegahan agar air yang merendam jalan itu tidak sampai masuk ke kompleks kami. Apakah bisa dua biji lubang yang gw buat sampai mencegah hal itu? Memang LRB ini lebih efektif jika dibuat banyak orang.  Semoga di masa mendatang tetangga-tetangga gw tergerak juga untuk membuat LRB. Karena kalau bukan kita sendiri yang mulai, siapa lagi?

Nah, jadi sebagai gunting pitanya, sore hari waktu gw menyapu halaman depan, daun-daun dan bunga-bunga berjatuhan dari pohon depan rumah yang biasanya dijebloskan ke kotak sampah kali itu disetorkan untuk disantap Mbah Biopori.

Sampah organik yang sudah kami pisahkan juga disetor ke Mbah Biopori. Malamnya sisa-sisa makan malam gw kumpulkan dan dijadikan sesajen Mbah Biopori juga. Ditambah sedikit kata-kata sambutan terhadap semua penghuni rumah, resmi sudah!🙂
Gw jadi semangat ngumpulin sampah organik! Hayo-hayo … Siapa yang mau nyetor sampah organik ke Mbah Biopori kami?

Note: tukang kebun kompleks nanyain misua gw kegunaan lubang itu, dia kira lubang itu untuk mengubur kucing! Enak aja menuduh ya … kan kalo emang bener pasti sudah kami pasangi tulisan: “Awas, kucing jangan berani-berani nyolong  makanan ya. Ntar dikubur di sini baru tauk!”.

2 thoughts on “Lubang Resapan Biopori di Rumahku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s