Memilah Sampah Organik dan Anorganik di Rumah

Sebetulnya hal ini sudah lama ingin gw lakukan di rumah. Bahkan sudah masuk daftar ‘To Do’ di organizer gw dari tahun lalu. Lagipula di kantor hal ini sudah diterapkan. Ditambah lagi tabloid Nova langganan gw sering memberi inspirasi untuk memelihara bumi kita ini. Nah, jadi apa gerangan yang ingin gw lakukan itu?

Sederhana saja … yaitu memilah sampah organik dan anorganik di rumah.

Di Wikipedia, berdasarkan sifatnya sampai digolongkan menjadi dua: 1) Sampah organik – dapat diurai (degradable) dan 2) Sampah anorganik – tidak terurai (undegradable)

1. Sampah Organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos; 2. Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton.

Ada juga tambahan satu jenis sampah lagi yaitu: 3. Sampah masyarakat, yaitu orang yang tidak berguna di kehidupan people-people jungle, hehehe … macem-macem aja yah Wikipedia.

Jadi sampah rumah tangga kita sebaiknya dipilah menjadi dua bagian tersebut. So, di setiap titik kumpul sampah kotak sampahnya gw bikin dua dan dilabeli tulisan ‘ORGANIK’ dan ‘ANORGANIK’. Di kamar, di halaman belakang dan tempat sampah akhir di depan rumah. Anak-anak sudah gw ‘sosialisasikan’ caranya. Dilanjutkan sosialisasi ke asisten rumah. Misua tentu saja mendukung.

Memilah Sampah. Tapi tong ‘sampah masyarakat’ belum ada nih?🙂

Yang anorganik seharusnya bisa kita daur ulang lagi. Tapi bertahap deh, biarlah sekarang ini jadi jatah pemulung dulu, hihi. Sementara yang organik bisa dimasukkan ke lubang serapan biopori untuk dijadikan kompos. Jadi fungsinya bisa mengurangi sampah sekaligus mencegah banjir. Hmm, tapi ada tapinya … lubang serapan bioporinya belum dibikin, hehehe … Targetnya dalam bulan ini harus terwujud!

Bagaimana dengan Anda? Sudahkan memilah sampah di rumah?

4 thoughts on “Memilah Sampah Organik dan Anorganik di Rumah

    • idak jugo sih sis … kan cuman ado tambahan ‘mikir’ sedikit sebelum buang sampah. Ini sampah organik atau anorganik? Kalo organik, cemplungke ke kotak sampah organik. Kalo anorganik, cemplungke ke kotak sampah anorganik.
      Tidak sulit bukan saudaraku?🙂

  1. Pingback: Lubang Resapan Biopori di Rumahku « The Chronicle of Wiek

  2. Pingback: Tempat Daur Ulang Sampah di Medan | The Chronicle of Wiek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s