Antara Teroris dan Kecap Bango

Eh pembaca, sempet gak menyaksikan di Metro TV penayangan lokasi bekas teroris di Aceh? Coba perhatikan baik-baik, rupanya di bawah tenda mereka ada botol bekas kecap Bango. Ya, gw hapal bentuknya karena kami pengkonsumsi setia Bango. Wah, kalo pesaing kecap Bango jeli memperhatikan itu, bisa jadi black campaign buat Bango nih.
Storyboard-nya bakal begini:
Lokasi: di bawah tenda teroris. Seorang teroris, biar lebih kena dipasang Dulmatin aja, berlatih menembak. Selang beberapa saat menampakkan raut wajah kelaparan. Lalu membuat masakan dan menambahkan kecap Bango yang tetap ditampakkan cirinya tapi ditutup merknya.
Tiba-tiba datang anggota Densus 88, menembaki Dulmatin. Dul berniat membalas tembakan, menodongkan botol kecap ke Densus, tapi baru sadar kalau itu bukan senjata. Kecap muncrat, teroris mati.
Densus mengambil botol kecap yang masih dipegang teroris, lalu menghadap kamera seraya berkata, “Pemirsa, jangan gunakan kecap yang dipakai teroris! Kecap ini mematikan! Gunakan kecap ABC saja!”
Iklan ditutup dengan menampilkan wajah Dulmatin yang mati berlumuran darah kecap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s