Tugas Ayah dan Ibu Versi Ujian Anak Kelas 3 SD

Sore itu gw sedang mendampingi Nadya menjawab-jawab soal latihan ujian IPS. Ada beberapa soal latihan yang menggelitik …

Yang pertama, ada gambar seorang Bapak memakai helm pabrik. Soalnya adalah:
Tugas seorang Ayah adalah:
a. Membantu orang tua
b. Mencari nafkah
c. Mengurus rumah tangga
Gimana, bingung kan … semua jawaban benar toh?

Soal berikutnya, ada gambar wanita sedang memasak dengan pertanyaan: Tugas seorang Ibu adalah …
Dengan pilihan jawaban yang sama dengan pilihan di atas. Nadya berpikir sejenak sebelum akhirnya memilih jawaban c, tapi disertai sindiran tajam: “Ini nih Ibu di sebelah saya gak pernah masak!”. Hahaha … bahkan anak seumur Nadya pun menyadari soal itu sudah tidak relevan dengan kehidupan jaman sekarang.

Sejujurnya, gw gak ngerasa bangga sama sekali karena jarang masak di rumah, tapi begitulah kenyataannya. Dari Senin – Sabtu yang masak adalah nanny di rumah. Sementara itu kalo Minggu yang masak adalah baby sitter Rifky yang gw berdayakan untuk masak juga. Gw berpikir, waktu yang gw miliki di rumah di hari Minggu itu sayang kalau gw habiskan ‘hanya’ untuk masak. Lebih baik waktu itu gw habiskan untuk bermain bersama anak-anak gw, sesuatu yang menurut gw tidak tergantikan perannya oleh nanny ataupun baby sitter. Kalau soal masak, bukankah kita pun kadang2 beli makanan jadi? Jadi begitulah, mengapa soal ujian anak kelas 3 itu harus membuat dikotomi antara tugas Ayah dan Ibu? Bukankah di jaman sekarang ini banyak Ayah dan Ibu yang saling bahu membahu mencari nafkah sekaligus mengurus rumah tangga dan membantu orang tua?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s