Kemampuan Mendengar Lebih yang Kami Miliki

Gw dan Nadya sama-sama dikaruniai kemampuan mendengar yang lebih. Saking lebihnya apa yang kami dengar bisa jadi tidak sama dengan yang orang lain dengar. Alias … kami berdua suka salah dengar gitu loh … hehehe …
Kasus I:
Di meja makan, Nadya makan sambil nyanyi. Jadi gw menegurnya,
Gw: Nad, kok makan sambil nyanyi?
Nad: Sambelnya, Ma? Ini udah ada kok di piring Nadya.
Gw cuma bisa geleng-geleng kepala.

Kasus II:
Waktu sahur, Papanya dapet telepon penting. Dari kamar mandi Nad langsung menuju mekan tanpa menyadari Papanya sedang megang telepon.
Nad: Ha? Apa Pa? Mau ke mana?
Papa: bla bla bla (bicara di telepon)
Nad: Laporan? Laporan apa sih Pa?
Seterusnya ngomel2in Papanya yang ngomong gak jelas, masih tanpa merhati-in Papanya.
Gw senyum-senyum aja. Akhirnya gw bilang ke Nad kalo Papanya sedang telponan. Dan Nad pun tersadar … ooooohhh …

Kasus III:
Masih inget gak lagu Dewa yang ada syairnya ‘pernahkah terbersit olehmu’. Gw lupa judulnya, yang gw inget lagu ini masih dinyanyikan Ari Lasso. Nah, lagu ini selalu jadi bahan ledekan misua gw karena gw menyanyikannya sebagai ‘benarkah kata si romeo …’. Jauh banget yak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s