Apa yang Disarankan Nanny Ketika Ijin Gak Kerja?

Kemarin waktu malam 17 Agustus Irma- pengasuh yang sehari-hari menjaga Rifky sakit. Malam itu Bu Nur, nanny rumah kami sedang pulang ke rumahnya. Memang lebih pas menyebutnya nanny daripada pembantu, karena sebagian besar urusan rumah dia yang handle. Mulai dari masak, beres rumah, cuci baju. Udah bisa dilepas sendiri (anak ayam kaleee …). Jadi gw tinggal beres. Kami memang memberi kelonggaran untuk Bu Nur setiap weekend libur, pulang ke rumahnya, berkumpul dengan anak cucu. Sementara Irma tidak, karena gak ada keluarga di Medan.
Nah, biasanya si nanny nih berasa PNS gol. IV. Kalo tanggal merah, dia suka latah gak mau masuk kerja juga. Padahal nggak ada tuh perjanjiannya begitu. Jadi gw sms lah dia pagi itu, memastikan untuk datang besok tanggal 17 untuk kerja, kalo gak bisa penuh setengah haripun bisa.
Sms gw gak dibales. Eh, malemnya dia telpon. Intinya bilangin gak bisa masuk besok, karena ada sodaranya dateng. JADI MAU JALAN JALAN!
Ya oloh … Hebat banget yah tuh nanny. Jadi gw sindir …
‘Oooh … Jadi saya aja nih yang masak sendiri besok?’
Coba tebak apa sarannya …
‘Ibu gak usah masak …’
di detik ini gw merasa ada sedikit cahaya menerangi kalbu … Mungkin Bu Nur jadi kasihan dan lantas mau masuk kerja aja, jadi gw gak usah masak … Terus dia melanjutkan …
‘ … Ibu beli ajaa lauknya di luar …’
GEDUBRAK!

2 thoughts on “Apa yang Disarankan Nanny Ketika Ijin Gak Kerja?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s