Ketika Almarhumah Nenek Berkunjung di Malam itu

nenekberduaSekitar 2 malam yang lalu Rifky terbangun pas jam 12 malam. Dia menangis-nangis mencari mobilnya, ‘Car … car …’ tapi begitu gw berikan mobil mainannya dia malah menolak-nolak dan tambah menangis. Mungkin dia bermimpi sedang balapan mobil dan tau-tau ada kambing lewat. Terus kambingnya makan mobil itu. Loh kok kambing bisa makan mobil. Yah namanya juga mimpi …

Gw segera memeluknya dan berkata ‘You were dreaming, honey …’. Mendapat pelukan hangat dari seorang ibu yang manis (cuih) anak mana yang gak langsung terdiam. Rifky pun tertidur kembali.

Dan inilah penyakit gw kalo sudah terbangun di tengah malam. Jadi gak bisa tidur lagi. Biasanya kalo mood gw bagus gw akan mengerjakan kerjaan kantor yang belum selesai. Tapi malem itu lagi gak mood. Jadi gw cek email aja, blogwalking, cek Facebook. Lama-lama ngantuk lagi juga. Terakhir sekitar jam 3 gw memutuskan untuk melakukan backup notebook gw yang udah cukup lama gak dibackup. Selagi nunggu backup-nya selesai gw tidur-tiduran di sofa ruang tengah, nyalain tipi. Tapi ujung-ujungnya bukan gw yang nonton tipi, tapi tipi yang nonton gw. Yup, gw ketiduran dengan suksesnya.

Di tidur gw … gw bermimpi …

Mimpi apa yah … mimpi seramkah … mimpi indahkah … atau mimpi basahkah (maksudnya mimpi mandi hujan atuh!)

Mimpinya awalnya biasa saja. Gw berjalan-jalan bersama almarhum Nenek gw (yang meninggal tahun lalu). Lalu kami naik tangga. Tapi tiba-tiba Nenek jatuh. Gw segera memeluk Nenek, mengusap-ngusap punggungnya dan bertanya, “Gimana rasanya, Nek?”.

Nenek menjawab, “Lemak, Wik” (lemak=enak dalam bahasa Palembang).

Gw kan kaget, kok baru jatuh malah rasanya enak?

Timbul perasaan aneh … seolah ada isyarat ini tidak sedang bermimpi … sepertinya gw memang sedang bertemu dengan Nenek … sepertinya Nenek sedang mampir mengunjungi gw …

Tersadar akan hal itu … gw merubah pertanyaan gw … ‘Gimana rasanya di sana, Nek?”

Nenek kembali menjawab, “Lemak, Wik … lemak, Wik …” berulang-ulang sampai terasa suaranya terdengar di telinga gw … suara yang sudah lama gak gw dengar … suara yang gw rindukan …

Tapi gw malah terkaget. Dan terbangun. Seolah ada beribu-ribu ton gajah menduduki gw. Loh, kok terbangun sih? Gak aci! Kan belum selesai …

Tipi masih nyala. Backup masih belum selesai. Gw memutuskan untuk pindah tidur ke kamar karena terasa gerah sekali.

Biasanya kalo berhubungan dengan hal-hal gaib gw akan takut. Memohon supaya tidak mengalaminya lagi. Tapi yang ini berbeda. Sebelum melanjutkan tidur gw berharap supaya bisa bertemu Nenek lagi. Dan menyambung ‘obrolan’ yang tadi terputus.

nenekbertiga

Note: sampe paginya gw gak ketemu lagi … hiks, I miss you, grandma … visit me again, ok!

8 thoughts on “Ketika Almarhumah Nenek Berkunjung di Malam itu

    • @Surya: iyo … kagek yeh … orang sabar itu kasihan Tuhan🙂
      @Andhini: hehehe … iyo gek kak Wik mampir dulu ke Palembang nengokin

  1. yang jelas..trus berdoa deh buat almarhum nenenda tercinta….samo sis, ay jg galak takut sm yang gaib2, tp kl sm nenek malah kpengen ‘ktemu’. emang kita shati..ting ting !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s