Menyerah Pada Piano

pianoDari sejak umur sekitar 4 tahun Nadya sudah gw ikutkan les musik. Tujuan utamanya sih melatih otak kanannya. Teori-teori yang gw baca, otak kiri dan otak kanan tuh kudu seimbang. Kalo pelajaran-pelajaran di sekolah kan kebanyakan menggunakan otak kiri. Nah, jadi supaya seimbang gw ikutkanlah Nadya les musik.

Berhubung pada saat itu kelas untuk anak umur segitu hanya ada di Medan Musik pusat di jalan A. Yani (Kesawan) yang jaraknya sekitar 30-40 menit dari rumah, maka gw daftarkanlah Nadya di situ. Sekitar 2 tahun di kelas Little Mozart yang pelajarannya lebih ke pengenalan musik, not balok, tari, Nadya akhirnya ‘naek tingkat’ bisa ikut les piano klasik.

Sampe pertengahan bulan Desember lalu Nadya masih les di sana. Sampe ketika gw menelpon ke Medan Musik cabang kompleks Tasbi (yang deket rumah) dan mendapat informasi kalau ada kelas kosong di sana. Dengan pertimbangan jaraknya yang lebih dekat, gw pun memindahkan Nadya ke Medan Musik cabang kompleks Tasbi.

Tapi sekarang gw menyesali keputusan itu karena ternyata akibatnya cukup fatal.

Gw hanya mempertimbangkan jarak dekat = hemat waktu = hemat bensin. Sementara bagi anak seusia Nadya, guru sangat berperan dalam memotivasi semangatnya untuk belajar piano. Yah … ternyata guru pianonya di Tasbi, Miss Dorin agak-agak ‘killer’. Hampir setiap les Nadya mengaku menangis. Ujung-ujungnya Sabtu lalu dia mogok les. Sudah gw bujuk dengan berbagai macam cara, eh masih gak mau les. Gw pun complain ke Medan Musik, complain terhadap miss yang gak bisa ‘merangkul anak’. Ok, skill pianonya mungkin hebat, tapi tanpa keahlian untuk bisa memahami psikologi anak maka ilmunya percuma saja karena gak bisa diserap anak muridnya sendiri.

crayon

Gw gak mungkin memaksa Nadya untuk terus ikut les. Mungkin juga ini saatnya untuk istirahat. Emang belajar piano itu membutuhkan ketelatenan. Terus latihan. Dan Nadya bukan tipe anak seperti itu. Dia maunya sekali jadi!

Akhirnya keputusan berat harus diambil. Nadya sepertinya berhenti les piano dulu untuk sementara. Sebagai gantinya, Nadya memutuskan untuk ikut les melukis. Well … so long as you enjoy it, Mommy will always support you girl!

Lukisan Pertama Nadya

Lukisan Pertama Nadya

10 thoughts on “Menyerah Pada Piano

  1. Setiap kejadian pasti ada hikmah yang dapat diambil, pengalaman yang lalu menjadi pelajaran untuk lebih bijak mengambil keputusan selanjutnya🙂

  2. Ya klo jd ortu tu kan dr watak dan sifat udah kelihatan, sharunya ortu cm men_support aja gak usah d tekan biar aja dia memilh apa yg dsukai, otomatis dia melakukannya dng snang n sepenuh hati karena itu adl hobinya…

    • iya bener … sussah banget ya jadi orang tua … harus pandai-pandai memilah memilih yang mana selera anak … eh, sekarang si Nadya udah ganti lagi ikut les balet dan dia enjoy banget … kadang bolak-balik nanya, jam berapa nih Ma … berapa menit lagi les baletnya … saking gak sabaran menunggu jam les baletnya!

  3. mbak, slm kenal ya.. kalo boleh tau, Nadya les melukisnya dimana nih? kebetulan aku di medan juga… Makasih nih sebelumnya…

    • Salam kenal juga Endah, makasih udah mampir yaa …
      Nadya les melukis di Medan Musik Tasbi juga, kalo perlu no. telpnya ini nih: 8200796.
      Tapi sekarang udah berhenti karena gurunya kurang disiplin. Kadang minggu ini masuk, kadang nggak. Emang diganti hari sih, tapi kurang nyaman rasanya kalo jadwalnya gak tentu begitu. Hasil les melukisnya emang lumayan, Nadya jadi lebih berani memberi warna.
      Sekarang Nadya ikut les balet di Erna Dance Studio (tlp. 8227744). Nampaknya so far dia enjoy banget. Kalo boleh tau Endah sedang cari les buat anak juga kah?

      • Pengalaman ngelesin Nad di sana, sistem pendidikannya menurut saya bagus, guru-guru disiplin. Ujiannya internasional, manggil guru dari Australia. Setiap tahun ada konser, untuk memupuk percaya diri murid. Ruang kelasnya rapi, parkir lumayan. Hanya saja tiap tahun ganti kostum balet yang menurut saya mubazir karena kostum lama sebenernya masih bisa dipake. Secara umum, kalo menurut saya, recommended deh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s