Rifky Pelipur Lara

Malem yang dingin … Nadya dan Papanya sudah tidur … gw masih berusaha menidurkan Rifky … mijit2in punggungnya …

Gw teringet lagi kejadian yang gw alami pagi tadi di kantor … yang bikin gw sedih … yang bikin gw lara … yang bikin gw nestapa … (don’t ask why please …)

Tanpa terasa air mata menetes lagi …

Gw tahu, sebagai seorang ibu gw tidak seharusnya menampakkan kesedihan gw di depan anak-anak … tapi pikir gw, ah, Rifky masih terlalu kecil untuk mengerti … biarkanlah gw melepas rasa sedih itu …

Rifky memperhatikan gw dengan seksama … pertama dia tertawa melihat air mata itu …

‘Mommy …’, katanya sambil menunjuk mata gw … mungkin dikiranya gw sedang bercanda-canda dengan air …

Mungkin respon gw yang diam saja membuatnya ikut terdiam, memperhatikan lagi dengan seksama.

Tiba-tiba dia bangkit dari tidurnya … turun dari kasur, berjalan ke tempat penyimpanan handuk-handuk putih kecilnya yang biasa dipake untuk membersihkan bekas susu di mulutnya … mengambil satu handuk … kembali ke sisi gw … and guess what?

Rifky mengelap air mata gw dengan handuk itu!

Oh my little man … I knew it … I knew you will always be there for me …

Now you tell me … how can I live without you?

Prince of Bubbles

Prince of Bubbles

Prince of Charm

Prince of Charm

One thought on “Rifky Pelipur Lara

  1. Pingback: Menangislah « The Chronicle of Wiek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s